Partai Ummat Minta Presiden Jaga Jarak dengan Kandidat Pilpres 2024
Senin, 03 April 2023 - 19:49 WIB
loading...
Ketua Bidang Politik Partai Ummat Hilmi R Ibrahim. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Politik Partai Ummat Hilmi R Ibrahim meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menunjukkan dukungan kepada tokoh yang berpotensi menjadi kandidat Pilpres 2024. Dia berharap Presiden Jokowi melapangkan jalan dan bersikap netral kepada siapa pun yang dipilih oleh rakyat.
Sebab, kata dia, seorang presiden adalah milik semua golongan. "Presiden tugasnya adalah memastikan seluruh program dan kebijakannya berhasil dan berakhir dengan baik, sementara Presiden terpilih yang akan datang dapat melanjutkan, ataupun memperbaiki," kata Hilmi dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/4/2023).
Hal tersebut dikatakan Hilmi merespons kehadiran Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi Ramadan di Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Minggu (2/4/2/2023). Selain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan selaku tuan rumah, acara silaturahmi itu dihadiri Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.
Partai Ummat meminta agar Presiden Jokowi tidak usah terlalu khawatir atau ragu kalau bukan calon yang dikehendakinya menjadi presiden sehingga programnya tidak akan jalan. "Anggaplah program yang sudah dikerjakan selama 10 tahun itu sebagai legacy dan serahkan kepada masyarakat untuk menilai. Jangan terlalu memastikan siapa yang akan menggantikannya," ujar Hilmi.
Menurutnya, Presiden Jokowi perlu menjaga jarak dengan para tokoh yang berpotensi menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) 2024. Dia mengatakan, tidak boleh ada satu kandidat yang didukung, dan ada kandidat yang tidak didukung.
"Presiden harus menjaga kehormatannya, dengan berdiri pada posisi yang sama untuk semua capres," imbuhnya.
Sebab, kata dia, seorang presiden adalah milik semua golongan. "Presiden tugasnya adalah memastikan seluruh program dan kebijakannya berhasil dan berakhir dengan baik, sementara Presiden terpilih yang akan datang dapat melanjutkan, ataupun memperbaiki," kata Hilmi dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/4/2023).
Hal tersebut dikatakan Hilmi merespons kehadiran Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi Ramadan di Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Minggu (2/4/2/2023). Selain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan selaku tuan rumah, acara silaturahmi itu dihadiri Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.
Partai Ummat meminta agar Presiden Jokowi tidak usah terlalu khawatir atau ragu kalau bukan calon yang dikehendakinya menjadi presiden sehingga programnya tidak akan jalan. "Anggaplah program yang sudah dikerjakan selama 10 tahun itu sebagai legacy dan serahkan kepada masyarakat untuk menilai. Jangan terlalu memastikan siapa yang akan menggantikannya," ujar Hilmi.
Menurutnya, Presiden Jokowi perlu menjaga jarak dengan para tokoh yang berpotensi menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) 2024. Dia mengatakan, tidak boleh ada satu kandidat yang didukung, dan ada kandidat yang tidak didukung.
"Presiden harus menjaga kehormatannya, dengan berdiri pada posisi yang sama untuk semua capres," imbuhnya.
Lihat Juga :