Pamsimas Water Adventure 2022, Serunya Berpetualang demi Mengalirkan Kebaikan
Selasa, 18 Oktober 2022 - 10:26 WIB
loading...
KemenPUPR menjalankan sosialisasi program Pamsimas, salah satunya dengan kegiatan Pamsimas Water Adventure. (dok. tangkapan layar YouTube @pupr_ciptakarya)
A
A
A
JAKARTA - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau dikenal Pamsimas, merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Program Pamsimas yang hadir sejak tahun 2008 ini diusung oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kementerian PUPR memiliki kewenangan untuk menyusun kebijakan teknis dan strategi pengembangan infrastruktur yang terkait air dan sanitasi. Untuk mensukseskan program ini, Kementerian PUPR menjalankan sosialisasi program Pamsimas dengan berbagai cara.
Salah satunya melibatkan para influencer melalui serangkaian kegiatan dalam kegiatan Pamsimas Water Adventure 2022. Mereka yang terpilih diajak melakukan petualangan alam yang memicu adrenalin.
Pada kegiatan ini, mereka dikumpulkan di sebuah lokasi Pamsimas, dan diajak berpetualang sambil melakukan berbagai adventure game. Setiap peserta yang sudah dibagi dalam tim, akan diberikan adventure game yang terbagi menjadi sejumlah tantangan.
![Pamsimas Water Adventure 2022, Serunya Berpetualang demi Mengalirkan Kebaikan]()
Para influencer yang terpilih diajak melakukan petualangan alam yang memicu adrenalin. (dok. tangkapan layar YouTube @pupr_ciptakarya)
Agar bisa melakukan setiap tantangan hingga menyelesaikan setiap misi yang diberikan, masing-masing tim harus membangun kekompakan. "Lewat pinggiran sungai, bebatuan yang licin. Pokoknya adventure banget. Tim harus teliti saat mencari sesuatu yang diminta, seperti mencari di semak-semak, daun. Pokoknya seru," tutur Deliy, salah satu peserta.
Para peserta benar-benar diuji kemampuan fisik, mental, hingga kecepatan dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah, saat berpetualang di Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, akhir tahun 2022 lalu. "Ini benar-benar totalitas, treknya makin berat, sampe basah dan tembus sampai kaos kaki," kata Hardian, salah satu peserta.
Peserta Didapuk Menjadi Guru di SDN Pasir Biru
![Pamsimas Water Adventure 2022, Serunya Berpetualang demi Mengalirkan Kebaikan]()
Peserta diberikan tantangan menjadi guru di SDN Pasir Biru dan memberi penjelasan tentang program Pamsimas. (dok. tangkapan layar YouTube @pupr_ciptakarya)
.
Keseruan peserta terlihat saat mereka harus menaklukkan tantangan menelusuri sungai dan hutan untuk mencari peta. Peta ini berisi petunjuk untuk mereka melanjutkan tujuan berikutnya. Tim yang lolos akan mendapatkan Pipe Card, sebuah kartu khusus yang disiapkan panitia sebagai tanda keberhasilan.
Tujuan akhir dari tantangan pertama adalah SDN Pasir Biru, Tanjungsari, Rancakalong. Di sekolah ini, sudah menanti tantangan kedua yakni para peserta didapuk menjadi guru.
Tugas peserta yakni memberi penjelasan tentang program Pamsimas, lalu memberikan pertanyaan kepada para murid dengan mengisi TTS. Dilanjutkan dengan mengajak para siswa melakukan tarian Hand Wash Dance.
Selanjutnya peserta juga mengajak siswa untuk mencuci tangan dengan benar di fasilitas tempat pencucian tangan yang dibangun oleh Pamsimas di SDN Pasir Biru. “Asyik cita-cita saya sejak kecil bisa kesampaian yaitu jadi guru," kata Fahira.
Sedangkan bagi Rulyabii Margana siswa SDN Pasir Biru sangat membantu tim untuk menyelesaikan tantangan dengan sangat mudah. "Anak-anak ini cerdas, dan satu nilai plus buat kita karena kita gak butuh waktu lama untuk menyelesaikan tantangannya dengan sangat mudah," tuturnya.
Peserta lainnya yakni Dr Nicho mengatakan, setelah melihat langsung para siswa mencuci tangan, ternyata air bersih berperan penting dalam menunjang kesehatan siswa. "Ternyata air bersih itu sangat bermanfaat bagi kesehatan kita," katanya.
Setelah misi di SDN Pasir Biru selesai dan peserta mendapatkan Pipe Card. Mereka ditugaskan untuk menjalani tantangan ketiga di Reservoir Area Pamsimas yang terletak di pinggiran desa. Peserta harus menggunakan sepeda gunung yang sudah disiapkan panitia untuk menuju lokasi tersebut.
Lima peserta terlihat bersemangat dan langsung mengayuh sepeda. Namun, tidak demikian dengan Hardian. Wajahnya lesu dan kurang bersemangat menjalankan tantangan ini. Ia mengaku tidak bisa mengayuh sepeda dan terpaksa harus menuntun sepeda sepanjang perjalanan.
Pada pertengahan jalan, Hardian menolong seorang nenek yang terlihat memanggul beban berat di punggungnya. Hardian pun menjadikan sepedanya untuk membawa beban tersebut.
Setelah peserta tiba di Reservoir Pamsimas, mereka menghadapi tantangan ketiga yakni menghitung debit air yang dialirkan untuk penduduk desa. Deliy mengaku tantangan ini paling sulit karena harus menghitung debit air.
Juri tidak mendapatkan hasil hitungan yang tepat dari para peserta. Hanya satu yang mendekati yakni Fahira. Ia dinobatkan jadi pemenang. “Nggak percuma masih ingat pelajaran Matematika dari sekolah,” katanya..
Sebagai informasi, program Pamsimas merupakan program pemberdayaan masyarakat di bidang air minum dan sanitasi. Program ini melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pengelolaan.
Pamsimas merupakan bagian dari program penyediaan air minum untuk pedesaan. Saat ini sudah ada sekitar 37.000 unit Pamsimas dan telah melayani 25,9 juta jiwa di seluruh Indonesia.
Saat ini capaian akses air minum layak di Indonesia adalah 91,05%. Kementerian PUPR menargetkan akses air minum layak mencapai 100%. Pada TA 2023, pelaksanaan Pamsimas bersumber dari APBN dengan sasaran 1.063 desa/ kelurahan di Indonesia.
Sampai jumpa di Pamsimas Water Adventure, Petualangan Mengalirkan Kebaikan selanjutnya.
Program Pamsimas yang hadir sejak tahun 2008 ini diusung oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kementerian PUPR memiliki kewenangan untuk menyusun kebijakan teknis dan strategi pengembangan infrastruktur yang terkait air dan sanitasi. Untuk mensukseskan program ini, Kementerian PUPR menjalankan sosialisasi program Pamsimas dengan berbagai cara.
Salah satunya melibatkan para influencer melalui serangkaian kegiatan dalam kegiatan Pamsimas Water Adventure 2022. Mereka yang terpilih diajak melakukan petualangan alam yang memicu adrenalin.
Pada kegiatan ini, mereka dikumpulkan di sebuah lokasi Pamsimas, dan diajak berpetualang sambil melakukan berbagai adventure game. Setiap peserta yang sudah dibagi dalam tim, akan diberikan adventure game yang terbagi menjadi sejumlah tantangan.

Para influencer yang terpilih diajak melakukan petualangan alam yang memicu adrenalin. (dok. tangkapan layar YouTube @pupr_ciptakarya)
Agar bisa melakukan setiap tantangan hingga menyelesaikan setiap misi yang diberikan, masing-masing tim harus membangun kekompakan. "Lewat pinggiran sungai, bebatuan yang licin. Pokoknya adventure banget. Tim harus teliti saat mencari sesuatu yang diminta, seperti mencari di semak-semak, daun. Pokoknya seru," tutur Deliy, salah satu peserta.
Para peserta benar-benar diuji kemampuan fisik, mental, hingga kecepatan dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah, saat berpetualang di Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, akhir tahun 2022 lalu. "Ini benar-benar totalitas, treknya makin berat, sampe basah dan tembus sampai kaos kaki," kata Hardian, salah satu peserta.
Peserta Didapuk Menjadi Guru di SDN Pasir Biru

Peserta diberikan tantangan menjadi guru di SDN Pasir Biru dan memberi penjelasan tentang program Pamsimas. (dok. tangkapan layar YouTube @pupr_ciptakarya)
.
Keseruan peserta terlihat saat mereka harus menaklukkan tantangan menelusuri sungai dan hutan untuk mencari peta. Peta ini berisi petunjuk untuk mereka melanjutkan tujuan berikutnya. Tim yang lolos akan mendapatkan Pipe Card, sebuah kartu khusus yang disiapkan panitia sebagai tanda keberhasilan.
Tujuan akhir dari tantangan pertama adalah SDN Pasir Biru, Tanjungsari, Rancakalong. Di sekolah ini, sudah menanti tantangan kedua yakni para peserta didapuk menjadi guru.
Tugas peserta yakni memberi penjelasan tentang program Pamsimas, lalu memberikan pertanyaan kepada para murid dengan mengisi TTS. Dilanjutkan dengan mengajak para siswa melakukan tarian Hand Wash Dance.
Selanjutnya peserta juga mengajak siswa untuk mencuci tangan dengan benar di fasilitas tempat pencucian tangan yang dibangun oleh Pamsimas di SDN Pasir Biru. “Asyik cita-cita saya sejak kecil bisa kesampaian yaitu jadi guru," kata Fahira.
Sedangkan bagi Rulyabii Margana siswa SDN Pasir Biru sangat membantu tim untuk menyelesaikan tantangan dengan sangat mudah. "Anak-anak ini cerdas, dan satu nilai plus buat kita karena kita gak butuh waktu lama untuk menyelesaikan tantangannya dengan sangat mudah," tuturnya.
Peserta lainnya yakni Dr Nicho mengatakan, setelah melihat langsung para siswa mencuci tangan, ternyata air bersih berperan penting dalam menunjang kesehatan siswa. "Ternyata air bersih itu sangat bermanfaat bagi kesehatan kita," katanya.
Setelah misi di SDN Pasir Biru selesai dan peserta mendapatkan Pipe Card. Mereka ditugaskan untuk menjalani tantangan ketiga di Reservoir Area Pamsimas yang terletak di pinggiran desa. Peserta harus menggunakan sepeda gunung yang sudah disiapkan panitia untuk menuju lokasi tersebut.
Lima peserta terlihat bersemangat dan langsung mengayuh sepeda. Namun, tidak demikian dengan Hardian. Wajahnya lesu dan kurang bersemangat menjalankan tantangan ini. Ia mengaku tidak bisa mengayuh sepeda dan terpaksa harus menuntun sepeda sepanjang perjalanan.
Pada pertengahan jalan, Hardian menolong seorang nenek yang terlihat memanggul beban berat di punggungnya. Hardian pun menjadikan sepedanya untuk membawa beban tersebut.
Setelah peserta tiba di Reservoir Pamsimas, mereka menghadapi tantangan ketiga yakni menghitung debit air yang dialirkan untuk penduduk desa. Deliy mengaku tantangan ini paling sulit karena harus menghitung debit air.
Juri tidak mendapatkan hasil hitungan yang tepat dari para peserta. Hanya satu yang mendekati yakni Fahira. Ia dinobatkan jadi pemenang. “Nggak percuma masih ingat pelajaran Matematika dari sekolah,” katanya..
Sebagai informasi, program Pamsimas merupakan program pemberdayaan masyarakat di bidang air minum dan sanitasi. Program ini melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pengelolaan.
Pamsimas merupakan bagian dari program penyediaan air minum untuk pedesaan. Saat ini sudah ada sekitar 37.000 unit Pamsimas dan telah melayani 25,9 juta jiwa di seluruh Indonesia.
Saat ini capaian akses air minum layak di Indonesia adalah 91,05%. Kementerian PUPR menargetkan akses air minum layak mencapai 100%. Pada TA 2023, pelaksanaan Pamsimas bersumber dari APBN dengan sasaran 1.063 desa/ kelurahan di Indonesia.
Sampai jumpa di Pamsimas Water Adventure, Petualangan Mengalirkan Kebaikan selanjutnya.
(ars)
Lihat Juga :