Ditunggu Keberanian Hakim dalam Kasus Narkoba Teddy Minahasa
Sabtu, 01 April 2023 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Pertimbangan hal-hal yang memberatkan terdakwa sudah cukup untuk dijadikan dasar bagi hakim menjatuhkan vonis mati. Seperti yang dibacakan JPU di persidangan ada banyak hal yang memberatkan terdakwa sehingga layak divonis dengan hukuman maksimal.
Mulai merusak citra lembaga Polri tempatnya bekerja, merusak kepercayaan publik, menikmati keuntungan dari berjualan narkoba, hingga keterangan Irjen Teddy yang cenderung berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya tersebut.
Meskipun bukti dan saksi telah dengan gamblang mengungkap perbuatan terdakwa, hingga kini Irjen Teddy masih terus menyangkal dengan alibinya.
Yang lebih penting lagi, vonis superberat bagi Irjen Teddy bisa menjadi shock therapy dan peringatan bagi para penegak hukum lain maupun masyarakat bahwa negara ini tegas terhadap kasus narkoba. Siapa pun yang berani bermain-main dengan barang haram tersebut dipastikan bakal mendapatkan hukuman yang setimpal.
Kita bisa meniru Malaysia dan Singapura soal ketegasan menerapkan hukuman dalam kasus narkoba sehingga angka kejahatan narkoba di sana bisa ditekan.
Jangan sampai para bandar narkoba justru berpesta pora di wilayah Indonesia karena lemahnya penegakan hukum. Ingat Indonesia sudah berstatus darurat narkoba.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut kerugian ekonomi akibat narkoba setiap tahun sangat besar. Angkanya bisa mencapai Rp84 triliun. Belum lagi, korban nyawa.
Mulai merusak citra lembaga Polri tempatnya bekerja, merusak kepercayaan publik, menikmati keuntungan dari berjualan narkoba, hingga keterangan Irjen Teddy yang cenderung berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya tersebut.
Meskipun bukti dan saksi telah dengan gamblang mengungkap perbuatan terdakwa, hingga kini Irjen Teddy masih terus menyangkal dengan alibinya.
Yang lebih penting lagi, vonis superberat bagi Irjen Teddy bisa menjadi shock therapy dan peringatan bagi para penegak hukum lain maupun masyarakat bahwa negara ini tegas terhadap kasus narkoba. Siapa pun yang berani bermain-main dengan barang haram tersebut dipastikan bakal mendapatkan hukuman yang setimpal.
Kita bisa meniru Malaysia dan Singapura soal ketegasan menerapkan hukuman dalam kasus narkoba sehingga angka kejahatan narkoba di sana bisa ditekan.
Jangan sampai para bandar narkoba justru berpesta pora di wilayah Indonesia karena lemahnya penegakan hukum. Ingat Indonesia sudah berstatus darurat narkoba.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut kerugian ekonomi akibat narkoba setiap tahun sangat besar. Angkanya bisa mencapai Rp84 triliun. Belum lagi, korban nyawa.
Lihat Juga :