Atasi Masalah Pangan, Duet Prabowo-Trenggono Garap Food Estate Sudah Tepat

Minggu, 19 Juli 2020 - 08:29 WIB
loading...
Atasi Masalah Pangan,...
Langkah Presiden Jokowi Presiden menunjuk Menhan Prabowo Subianto dan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono garap Program Food Estate untuk atasi masalah pangan di masa Pandemi Covid-19 sudah tepat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik Adi Prayitno menilai menilai Program Food Estate bisa menjadi solusi untuk mengatasi ketergantungan impor pangan, terutama di masa Pandemi Covid-19.

Maka itu, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang dikomandoi duet Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono sebagai pimpinan program lumbung pangan nasional melalui Food Eestate sudah tepat.

Food Estate dianggap memiliki nilai strategis secara geostrategi dan geopolitik bagi bangsa Indonesia. Sehingga dianggap layak dipercayakan ke Kemhan untuk menjadi leading sector yang akan mengoordinasikan kementerian-kementerian terkait. (Baca juga infografis: Pemerintah Kembangkan Food Estate untuk Ketahanan Pangan)

"Itu untuk jangka panjang memang kita harus mulai mengamputasi ketergantungan impor di semua sektor, kan pangan banyak sekali macam-macamnya. Tapi yang paling penting untuk jangka menengah, terutama di masa pandemi begini kita di Indonesia jangan sampai kekurangan pangan," ujar Adi, Minggu (19/7/2020).

Dia yakin Kemhan yang dipimpin duet Prabowo-Trenggono itu mampu mengemban tugas yang diberi oleh Jokowi. Sebab, Prabowo selain ahli pertahanan dinilai mempunyai kemampuan yang tidak kalah hebat di bidang pertanian. Trenggono pun punya skill dalam manajemen, khususnya untuk pembiayaan yang mumpuni. "Prabowo itu kalau dibelah passionnya ada di pertahanan dan pertanian. Dari dulu memang visi misinya soal ketahanan pangan dan keamanan. Passion dan style Prabowo ya dua hal itu," imbuhnya. (Baca juga: Prabowo Ikut Jokowi Tinjau Food Estate, Dahnil: Pangan Urusan Menhan)

Adi berpendapat, Prabowo sosok yang total dan berpengalaman dalam bertugas sejak ditunjuk jadi menteri. "Wajar kalau kemudian presiden mempercayakan program ketahanan pangan ini kepada Prabowo. Karena Prabowo ini dianggap menteri yang relatif total dan all out bisa bekerja di tengah pandemi," ujar Adi.

Dia mengatakan, salah satu bukti totalitas Prabowo bertugas menjadi Menhan adalah menyisihkan 80% anggaran Kemhan untuk mengantisipasi pandemi Covid-19. Hal itu dinilai merupakan keseriusan Prabowo dalam bekerja. "Artinya presiden ini cukup percaya dengan kerja-kerja Prabowo di tengah pandemi. Makanya kemudian Prabowo juga diminta untuk menjadi koordinator program ketahanan pangan. Saya kira beralasan," ujarnya.

Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. Rencananya Food Estate ini akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.

Sekadar diketahui sebelumnya, Pakar Hukum tata negara Refli Harun melalui akun YouTubenya menilai status Prabowo sebagai pimpinan program lumbung pangan nasional tidak melanggar aturan. Bahkan dia menyebut Prabowo layak karena memiliki latar belakang di HKTI. "Dari perspektif hukum tata negara tidak ada masalah," kata Refli di akun YouTube.

Dia menyebut sistem pemerintah presidensial membuat menteri tidak memiliki kekuasaan yang independen. Dia berkata kekuasaan menteri mengalir dari presiden selaku orang nomor satu. "Menteri hanyalah pembantu presiden," ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Rekomendasi
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved