Imam Besar Masjid Istiqlal Dukung Larangan Bukber Jokowi: Mengajak Hidup Sederhana
Jum'at, 24 Maret 2023 - 20:54 WIB
loading...
Imam Masjid Istiqlal Jakarta KH Nasaruddin Umar memberikan keterangan kepada wartawan saat peluncuran Program Buka Puasa Pelayan Dua Tanah Suci Raja Salman Bin Abdul Aziz di Jakarta, Jumat (24/3/2023). FOTO/MPI/WIDYA MICHELLA
A
A
A
JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Nasaruddin Umar menilai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta jajarannya meniadakan kegiatan buka puasa bersama (bukber) adalah bagian dari kesederhanaan di bulan Ramadan. Para pejabat negara diajak tidak mengumbar kelebihan yang diberikan Allah selama bulan puasa.
"Jadi Presiden itu mengajak kita untuk hidup sederhana jangan sampai mendemonstrasikan kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada kita di bulan suci Ramadan. Bulan Ramadan ini kan kita perlu menunjukkan kesederhanaan, low profile apa adanya," kata Nasaruddin kepada wartawan saat peluncuran Program Buka Puasa Pelayan Dua Tanah Suci Raja Salman Bin Abdul Aziz di Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Kiai Nasaruddin Umar mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang meminta para pejabat mengendalikan diri serta tak melakukan sesuatu hal yang kontras dengan bulan Ramadan itu sendiri.
"Jadi di satu sisi Ramadan kita diminta untuk mengendalikan diri. Tapi lain ada jor-joran ada sesuatu yang sebaiknya kontras dengan bulan Ramadan itu sendiri jadi saya kira tentu kita harus mengambil aspek-aspek positif," katanya.
"Jadi Presiden itu mengajak kita untuk hidup sederhana jangan sampai mendemonstrasikan kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada kita di bulan suci Ramadan. Bulan Ramadan ini kan kita perlu menunjukkan kesederhanaan, low profile apa adanya," kata Nasaruddin kepada wartawan saat peluncuran Program Buka Puasa Pelayan Dua Tanah Suci Raja Salman Bin Abdul Aziz di Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Kiai Nasaruddin Umar mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang meminta para pejabat mengendalikan diri serta tak melakukan sesuatu hal yang kontras dengan bulan Ramadan itu sendiri.
"Jadi di satu sisi Ramadan kita diminta untuk mengendalikan diri. Tapi lain ada jor-joran ada sesuatu yang sebaiknya kontras dengan bulan Ramadan itu sendiri jadi saya kira tentu kita harus mengambil aspek-aspek positif," katanya.
Lihat Juga :