Disebut Kehilangan Buron Besar, Kejagung: Petugas Terkadang Lelah

Sabtu, 18 Juli 2020 - 17:52 WIB
loading...
Disebut Kehilangan Buron...
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kejaksaan Agung ( Kejagung ) menjadi salah satu institusi yang ikut disorot dan dipersalahkan atas lolosnya buron kakap Djoko Tjandra. Hal itu terungkap dari diskusi Polemik MNC Trijaya yang bertajuk “Ironi Djoko Tjandra dan Tim Pemburu Koruptor”.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejagung Hari Setiyono menyebut bahwa petugas Kejagung terus memantau dan mengawasi. Namun, petugas pun bisa lelah. Dan menangkap terdakwa ataupun tersangka tidak semudah yang dikira. (Baca juga: Rontoknya Tiga Jenderal Polisi dalam Skandal Djoko Tjandra)

“Apa yang terjadi kemarin mungkin kita bisa menganalisa sesudah kejadian. Tetap yakinlah bahwa kami sudah berusaha itu dan rentetan kejadian yang dilakukan kawan-kawan di lapangan sudah memantau itu. Tapi ya namanya petugas kan terkadang juga lelah juga,” kata Hari dalam diskusi virtual, Sabtu (18/7/2020).

Soal tudingan Kejagung kebobolan, Hari menjelaskan, upaya mencari tahu terpidana, terdakwa, ataupun tersangka tidak semudah yang dikira. Jangankan di luar negeri atau di Indonesia, Djoko Tjandra pun hingga saat ini belum diketahui sedang berada di mana.

“Jangankan di Indonesia ya, apalagi kalau sudah bisa ke luar negeri. Oleh karena itu kalimat atau kata-kata kebobolan, kalau sudah tahu kemudian nggak bisa menangkap, berarti kan bobol,” terangnya.

Karena itu, sambung Hari, pihaknya masih mengklarifikasi berbagai informasi termasuk data yang dilaporkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Pihaknya akan mencocokkan apakah benar memang orang yang diburu itu dengan data-data yang Kejagung perlukan, karena hampir semua teman-teman di aparat penegak hukum bersama-sama menginformasikan tentang kebenaran itu.

“Walaupun kemarin aparat yang lainnya sudah dilakukan pemeriksaan dan lain sebagainya. Kami tentu sangat terbantu dengan informasi-informasi itu dan tentu kami juga masih melacak,” ujar Hari.

Sebelumnya, Koordinator MAKI Boyamin Saiman melihat bahwa ada pergerakan yang membantu Djoko Tjandra. Pada April 2020, NCB Interpol menyurati Kejagung, lalu Kejagung menjawab permintaan klarifikasi red notice dan apakah yang bersangkutan dicekal atau tidak.

Lalu NCB Interpol memberitahukan bahwa Djoko Tjandra sudah tidak lagi dalam status red notice dalam sistemnya. Menurut Boyamin, seharusnya ada koordinasi dengan Kapolri kalau memang ternyata NCB dan Korwas PPNS bermain dalam kasus ini. Dan nampaknya radar Kejagung dalam memburu buron lemah.

“Bahkan Jamintel tabur jaring mencari buron segala macam, buron kecil dapat, buron besar malah nggak dapat, ini prestasinya hilang. Mohon dievaluasi ke dalam ada pergerakan untuk membantu membebaskan Djoko Tjandra, ada sesuatu yang bisa diperbaiki ke depannya. Ada sesuatu yang tidak wajar, tidak biasanya, ini ada NCB interpol yang surat menyurat nyelonong ke Kejagung. Ini ada apa?” tanyanya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Jaga Indonesia Pintar...
Jaga Indonesia Pintar Permudah Pelaporan Dugaan Penyelewengan Dana PIP
Sahroni Apresiasi Kejagung...
Sahroni Apresiasi Kejagung Lelang Tanker Sitaan Rp1 Triliun: Bukti Nyata Asset Recovery
Tinjau Kapal Hasil Rampasan...
Tinjau Kapal Hasil Rampasan Negara di Batam, Kejagung Percepat Lelang Tanker Iran
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved