Hidup Roller Coaster Jenderal TNI Widodo, Disayang Lalu Dibuang Soeharto

Rabu, 22 Maret 2023 - 06:18 WIB
loading...
A A A
Seiring perjalanan waktu, Widodo kecil menempuh sekolah menengah pertama. Ketika kelas III, salah satu gurunya bernama Iskandar selalu mengobarkan semangat melawan penjajah. Dia mendorong murid-muridnya untuk mendaftarkan diri masuk pendidikan Pembela Tanah Air (Peta). Widodo memutuskan untuk ikut serta.

“Sebenarnya Widodo tidak ingin ikut Peta, tapi karena dianjurkan dan semangatnya terbakar, akhirnya dia berangkat ke Bogor,” tulis Dinas Sejarah Angkatan Darat dalam buku biografi ‘Jenderal TNI R Widodo, Potret Dedikasi Seorang Prajurit kepada Bangsa.

Dari sinilah karier militer Widodo bermula. Pada 5 April 1944 dia dilantik di Jakarta. Sebagai perwira dia mendapat jabatan Shodanco alias komandan peleton. Ketika Peta dibubarkan, Widodo sempat menganggur sebentar. Setelah Bung Karno-Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI, dia bergabung dalam Barisan Keamanan Rakyat (BKR). Dia diangkat menjadi komandan kompi.

“Peran R Widodo sangat penting diawali sebagai seorang Komandan Kompi di Batalyon 30 Resimen III Divisi III/Diponegoro,” tulis Disjarahad. Waktu terus bergulir, Widodo diterjunkan dalam berbagai tugas, termasuk terlibat dalam Serangan Umum 11 Maret di Yogyakarta. Widodo menjadi salah satu komandan dari pasukan yang menyerang Kotabaru di bawah pimpinan Mayor Soeharto.

Seiring itu, jabatannya pun perlahan meningkat. Namun, dibanding koleganya seangkatan, nasib Widodo terbilang tak moncer. Betapa tidak, selama 11 tahun dia menyandang pangkat kapten. Tepatnya dari 1945-1956. Pada 1957 setelah mengikuti pelatihan di SSKAD selama 18 bulan, Widodo diangkat sebagai instruktur di lembaga pendidikan tersebut.

“Posisi itu disandangnya 8 tahun dari 1957 sampai 1963. Di antara mereka yang dia ajar adalah bekas komandannya, Soeharto,” kata David Jenkins dalam ’Soeharto dan Barisan Jenderal Orba: Rezim Militer Indonesia 1975-1983’. Widodo kembali bekerja di bawah Harto saat ditunjuk sebagai kepala staf satuan pasukan terjun payung dalam operasi Komando Mandala di Irian Barat.

Dari berbagai interaksi ini, Widodo sesungguhnya belum termasuk sosok yang masuk radar Soeharto. Titik balik karier militernya terjadi ketika dia sukses menumpas PKI di Yogyakarta dan gerombolan DI/TII di Brebes. Widodo pecah bintang ketika menjabat Kasdam Diponegoro. Sekali lagi, dia agresif menghabisi sisa-sisa PKI di Jateng termasuk mengganyang kelompok Mbah Suro di Gunung Kendeng, Blora.

Kariernya semakin mencorong. Berdasarkan SK Panglima Angkatan Darat Nomor: Kep-770/7/1968 tertanggal 6 Juli 1968, dia dipromosikan sebagai Pangdam III/17 Agustus di Sumatera Barat. Anak kedua dari 13 bersaudara ini sukses menjalankan tugasnya. Tak mengherankan promosi kembali didapatkannya. Widodo kembali ke Jawa dengan didapuk sebagai Pangdam VII/Diponegoro (1970-1973).

Berbagai tugas dan terobosan dilakukannya selama di Jateng. Kemampuan memimpin komando ini membawanya ke bintang 3. Mantan Danrem 072 / Pamungkas Kodam VII/ Diponegoro (1965) ini dipercaya menjabat Panglima Kowilhan I / Sumatera (1973-1974), menggantikan Letjen TNI Achmad Tahir. Setelah itu dia dipercaya sebagai Panglima Kowilhan II / Jawa, Bali dan Nusa Tenggara pada 1974-1977.

Fosko AD Berujung Didepak Soeharto
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
TNI AD Bentuk Tim Investigasi...
TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
1 Prajurit Tewas dan...
1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Rekomendasi
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved