Ketua Aliansi Kebangsaan: Ada Campur Tangan Tuhan Dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Sabtu, 18 Maret 2023 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Aliansi Kebangsaan: Kebinekaan Indonesia Bukan Rekayasa Manusia
"Hanya karena kehendak dan izin Tuhan YME, bangsa Indonesia yang Bhineka dalam ras, budaya, dan agama ini berkehendak dan mampu mempersatukan diri menjadi satu bangsa, bangsa Indonesia," kata Pontjo.
Ponco mengatakan, tokoh-tokoh pendiri bangsa Indonesia telah meletakkan empat paradigma dasar untuk melaksanakan pembangunan memajukan peradaban bangsa Indoneisa yakni, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, konsep Negara Kesatuan RI, dan UUD 1945 yang berisi Pembukaan beserta Batang Tubuhnya. "Bhineka Tunggal Ika menggambarkan kondisi terberi (given condition) bangsa kita. Kebinekaan agama yang lahir dari perjalanan," kata Pontjo.
Menurut Pontjo, agama telah menjadi sumber dari rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dalam diri manusia Indonesia. Agama merupakan muara dari persamaan kehendak bersatu dalam satu kesatuan bangsa yang beragama dalam diri semua warganegara Indonesia yang Bhineka.
Sedangkan, Bentuk Negara Kesatuan RI merupakan hasil konsensus nasional di antara para tokoh pendiri bangsa yang berasal dari semua suku-bangsa dan agama di Nusantara. Selanjutnya, agama telah memancarkan nilai-nilai moral dan nilai-nilai sosialbudaya bangsa, yang pada gilirannya telah menjadi pedoman berperilaku manusia Indonesia yang beragama.
"Agama telah mengajarkan Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi khalifah (pemimpin) semua makhluk ciptaan-Nya di dunia. Ajaran ini telah menjadi sumber berkembangnya ilmu pengetahuan umat manusia di dalam membangun peradabannya di tengah-tengah lingkungan alam semesta yang menjadi sumber kehidupannya," kata dia.
"Hanya karena kehendak dan izin Tuhan YME, bangsa Indonesia yang Bhineka dalam ras, budaya, dan agama ini berkehendak dan mampu mempersatukan diri menjadi satu bangsa, bangsa Indonesia," kata Pontjo.
Ponco mengatakan, tokoh-tokoh pendiri bangsa Indonesia telah meletakkan empat paradigma dasar untuk melaksanakan pembangunan memajukan peradaban bangsa Indoneisa yakni, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, konsep Negara Kesatuan RI, dan UUD 1945 yang berisi Pembukaan beserta Batang Tubuhnya. "Bhineka Tunggal Ika menggambarkan kondisi terberi (given condition) bangsa kita. Kebinekaan agama yang lahir dari perjalanan," kata Pontjo.
Menurut Pontjo, agama telah menjadi sumber dari rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dalam diri manusia Indonesia. Agama merupakan muara dari persamaan kehendak bersatu dalam satu kesatuan bangsa yang beragama dalam diri semua warganegara Indonesia yang Bhineka.
Sedangkan, Bentuk Negara Kesatuan RI merupakan hasil konsensus nasional di antara para tokoh pendiri bangsa yang berasal dari semua suku-bangsa dan agama di Nusantara. Selanjutnya, agama telah memancarkan nilai-nilai moral dan nilai-nilai sosialbudaya bangsa, yang pada gilirannya telah menjadi pedoman berperilaku manusia Indonesia yang beragama.
"Agama telah mengajarkan Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi khalifah (pemimpin) semua makhluk ciptaan-Nya di dunia. Ajaran ini telah menjadi sumber berkembangnya ilmu pengetahuan umat manusia di dalam membangun peradabannya di tengah-tengah lingkungan alam semesta yang menjadi sumber kehidupannya," kata dia.
Lihat Juga :