Jelang Lebaran 2023, Pemprov Jateng Persiapkan Kelancaran Lalu Lintas Pemudik dan Stok Sembako
Jum'at, 17 Maret 2023 - 20:37 WIB
loading...
A
A
A
"Ini perlu diantisipasi karena yang akan masuk ke Jateng cukup banyak dan penduduk Jateng akan meningkat luar biasa. Sehingga pergerakan kebutuhan masyarakat juga harus bisa diantisiapsi supaya tidak terjadi distribusi yang tidak merata karena nanti ujung-ujungnya masalah inflasi," tuturnya.
Tidak kalah penting adalah kewaspadaan di tempat -tempat wisata yang ada di Jateng. Karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat apabila telah sampai di kampung halaman dan berkumpul keluarga, kemudian akan berwisata. Sehingga akses dan kondisi objek wisata harus menjadi perhatian supaya pengunjung tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Ia menambahkan, cuaca ekstrem juga harus diwaspadai. Berdasarkan prakiraan BMKG, tahun 2023 curah hujan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada bulan April beberapa daerah ada yang sudah masuk musim kemarau, sehingga daerah-daerah rawan kekeringan perlu diantisipasi terkait persiapan kebutuhan air bersih. Selain itu, daerah daerah rawan longsor dan banjir juga harus diwaspadai lebih awal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Syurya Deta Syafrie menjelaskanbeberapa isu menonjol menjelang Lebaran 2023. Yakni adanya pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan nasyarakat (PPKM), hasil survei Badan Kebijakan Transportasi bahwa Jateng merupakan daerah tujuan terbesar. Selain itu, adanya cuti bersama yang cukup panjang mulai tanggal 21 - 26 April 2023.
"Juga berdasarkan prakiraan BMKG bahwa cuaca ekstrem akan terjadi pada Maret, April, dan Mei. Sehingga bagaimana nanti kita bisa saling mengantisipasi cuaca ekstrem, angin kencang, hujan lebat, dan curah hujan tinggi menjadi tantangan kita untuk menjaga Jateng tetap kondusif," ucapnya.
Tidak kalah penting adalah kewaspadaan di tempat -tempat wisata yang ada di Jateng. Karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat apabila telah sampai di kampung halaman dan berkumpul keluarga, kemudian akan berwisata. Sehingga akses dan kondisi objek wisata harus menjadi perhatian supaya pengunjung tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Ia menambahkan, cuaca ekstrem juga harus diwaspadai. Berdasarkan prakiraan BMKG, tahun 2023 curah hujan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada bulan April beberapa daerah ada yang sudah masuk musim kemarau, sehingga daerah-daerah rawan kekeringan perlu diantisipasi terkait persiapan kebutuhan air bersih. Selain itu, daerah daerah rawan longsor dan banjir juga harus diwaspadai lebih awal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Syurya Deta Syafrie menjelaskanbeberapa isu menonjol menjelang Lebaran 2023. Yakni adanya pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan nasyarakat (PPKM), hasil survei Badan Kebijakan Transportasi bahwa Jateng merupakan daerah tujuan terbesar. Selain itu, adanya cuti bersama yang cukup panjang mulai tanggal 21 - 26 April 2023.
"Juga berdasarkan prakiraan BMKG bahwa cuaca ekstrem akan terjadi pada Maret, April, dan Mei. Sehingga bagaimana nanti kita bisa saling mengantisipasi cuaca ekstrem, angin kencang, hujan lebat, dan curah hujan tinggi menjadi tantangan kita untuk menjaga Jateng tetap kondusif," ucapnya.
(ars)
Lihat Juga :