Luncurkan Program Kusemai Nilai, Kemenag: Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga

Rabu, 15 Maret 2023 - 20:45 WIB
loading...
Luncurkan Program Kusemai...
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Faisal mengatakan, Program Kusemai Nilai merupakan upaya mencegah korupsi di lingkungan Kemenag yang berbasis keluarga. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Inspektorat Jenderal dan Dharma Wanita Persatuan Kemenag bersama Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) Indonesia menginisiasi program Training of Trainer (ToT) Kusemai Nilai. Program tersebut sebagai upaya pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian Agama ( Kemenag ).

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Faisal mengatakan, ToT Kusemai Nilai yang dikolaborasikan bersama DWP Kemenag ini menghadirkan 150 orang dari unsur pegawai Kemenag dan masyarakat. Mereka nantinya menjadi agen perubahan karena Kusemai Nilai ini bertujuan untuk pencegahan korupsi yang berbasis keluarga.

Dalam Program ToT Kusemai Nilai ini, kata Faisal, Kemenag menjadikan perempuan sebagai titik awal pendidikan nilai-nilai antikorupsi yang dimulai dari keluarga dan terus meluas ke jejaring di lingkungan sosial masing-masing.

Baca juga: Seleksi Kompetensi 74 Ribu Calon PPPK Kemenag Mulai 17 Maret 2023, Ini Ketentuannya

“Dalam upaya meneguhkan komitmen pencegahan dalam pengawasan, berbagai upaya telah ditempuh. Salah satu upaya tersebut adalah melakukan pencegahan korupsi yang berbasis keluarga,” ucapnya pada pembukaan ToT Kusemai Nilai di Jakarta pada Rabu (15/3/2023).

“Keluarga adalah fondasi. Fondasi atas kesadaran mental dan pola perilaku. Jika fondasi ini kuat, bersih, dan baik, maka insyaallah, di manapun kita ditempatkan maka akan selalu menjadi pribadi yang membawa nilai-nilai luhur,” kata Faisal dihadapan istri pejabat dan ASN di lingkungan Kemenag yang tergabung dalam DWP Kemenag serta peserta ToT Kusemai Nilai.

Baca juga: Indonesia-Saudi Gunakan Aplikasi Visa Bio untuk Jemaah Haji 2023, Ini Keuntungannya

Menurut Faisal, dalam konteks ini, peran keluarga terutama istri sebagai pendamping suami harus mampu memainkan perannya sebagai benteng pertahanan pertama dalam pencegahan korupsi. Jika suami saat ini diberi amanat jabatan dan wewenang besar, maka jadilah isteri yang bisa meredam nafsu jabatan, memberikan ketenangan sekaligus pengingat dan penyemangat agar sang suami memiliki kinerja tinggi, berprestasi dan bebas dari korupsi.

“Bukan sebaliknya, istri malah menggebu-gebu, berlomba memanfaatkan fasilitas suami, flexing sana-sini, dan berkontribusi membuat suami semakin tergiur dengan tindak-laku koruptif. Menjadi pembisik bahwa gratifikasi itu suatu hal lumrah asal tidak berlebihan. Padahal semua itu sudah diatur dengan jelas,” tegasnya.

Faisal berharap di momentum kegiatan yang baik ini, sesuai dengan nama acara Kusemai Nilai, semua yang hadir bisa menyemai hal-hal baik terutama mencegah perilaku koruptif beserta turunannya.

“Mencegah lebih baik dan lebih murah dari pada mengobati. Jadikan keluarga sebagai healing paling melegakan dari segala penat dan beban pekerjaan yang menghimpit para suami di kantor. Jadikan keluarga sebagai pengingat, dan jangan lupa mendidik generasi antikorupsi mulai dari keluarga. Tanamkan sedini mungkin tentang nilai-nilai kejujuran kepada anak-anak kita,” harap Faisal.

“Peran ibu sangat vital. Ada petuah berbahasa arab yang berbunyi "Al Ummu Madrasatul Ula", Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anaknya. Di tangan Ibu, dibentuk generasi muda calon pemimpin bangsa. Saya harap para ibu dan seluruh calon ibu yang hadir di acara ini bisa menyadari peran penting tersebut,” tandas Faisal.

Sebelumnya Plt. Sekretaris Kastolan melaporkan Program Kusemai Nilai ini merupakan pengembangan dari program pengawasan dengan pendekatan Keluarga-SPAK Kemenag. Program ini, diharapkan menjadi gerakan internal Kementerian yang dapat menjadi pengungkit percepatan pembangunan budaya berintegritas sebagai unsur penting dalam pembangunan Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi.

“Agar program Kusemai Nilai berjalan secara baik, maka diperlukan Training of Trainer (ToT). Para peserta yang telah mengikuti ToT ini diharapkan mampu menjadi pelopor dan penggerak perubahan,” ucapnya.

“Para agen pelopor perubahan yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menyemai nilai-nilai antikorupsi ini merupakan salah satu komponen penting dalam membangun ekosistem budaya antikorupsi, khususnya di lingkungan Kemenag,” katanya.

Kegiatan ToT Kusemai Nilai yang diselenggarakan Itjen Kemenag berkolaborasi dengan DWP Kemenag dan SPAK Indonesia ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, game, tayangan video, simulasi dan penyusunan rencana aksi selama tiga hari ke depan mulai, Rabu-Jumat, 15-17 Maret 2023.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Pelimpahan Berkas Gus...
Pelimpahan Berkas Gus Yaqut Tunggu Proses Ibadah Haji 2026 Selesai
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
Rekomendasi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved