Hasil Riset Big Data: Mayoritas Netizen Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

Sabtu, 11 Maret 2023 - 11:47 WIB
loading...
Hasil Riset Big Data:...
Ilustrasi Pemilu. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mayoritas netizen mendukung sistem pemilu proposional terbuka daripada sistem pemilu tertutup. Hal itu merupakan hasil riset big data yang bersumber dari Kazee Media Monitoring di media sosial terkait perbedaan pandangan pejabat partai pada Pemilu 2024 antara menggunakan sistem proporsional tertutup dengan sistem proporsional terbuka yang dihimpun selama periode analisis Januari - Februari 2023.

“Total percakapan selama periode analisis tersebut sebanyak 227.772 data. Di mana netizen memperbincangkan sistem proporsional terbuka sebanyak 155.197 data dengan persentasenya sebesar 68,1 persen, dan proporsional tertutup 72.575 data dan persentasenya 31,9 persen," kata Pakar Digital dan Pengamat Media Sosial Anthony Leong dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Sabtu (11/3/2023).

Dia menjelaskan, secara spesifik sentimen pemberitaan sistem proporsional terbuka dan sistem proporsional tertutup. Pada proporsional terbuka sentimen positifnya lebih besar daripada sentimen negatifnya, yakni sentimen positifnya sebanyak 95.861 perbincangan, negatif 46.812 perbincangan, dan netral 12.524 perbincangan.

Hasil Riset Big Data: Mayoritas Netizen Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka

Pakar Digital dan Pengamat Media Sosial Anthony Leong. Foto/Istimewa

Baca juga: Wapres: Pemerintah Mendukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka



Sedangkan, pada proporsional tertutup sentimen positif dan negatifnya hampir berimbang. Adapun sentimen positifnya sebesar 31.563 perbincangan, negatif 27.889 perbincangan, dan netral 13.123 perbincangan.

“Sentimen perbincangan proporsional terbuka tiga di antaranya paling relevan adalah proporsional terbuka lebih baik, dan konkret dukung proporsional terbuka. Pemilu proporsional terbuka dapat memicu korupsi dan bertentangan dengan demokrasi, rencana pemerintah dan KPU mengubah sistem pemilu proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup," tutur Anthony yang juga merupakan CEO Menara Digital ini.

Dia menjabarkan bahwa dari segi komunikasi publik dan reaksi masyarakat lebih setuju sistem proporsional terbuka, karena dapat menilai langsung calon-calon wakil rakyat, kalau sistem tertutup, partai yang menentukan.

"Ya, kalau begitu yang harus diperbaiki sistem kepartaian di Indonesia yang konkretnya revisi undang-undang parpol, bukan sistem pemilunya yang kita ubah. Bagaimana partai dapat mengkader anggotanya untuk menjadi yang terbaik dan bisa terbuka kepada masyarakat, karena itu harapan publik, dan harapan itu harus didengar dan diamini oleh pemerintah," ucapnya.

Perbincangan ini bermula dari keinginan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang meminta agar Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa sistem pemilu dilakukan secara tertutup. Adapun DPR dan pemerintah telah menuturkan agar sistem pemilu tetap berjalan terbuka. Dari 9 parpol di parlemen hanya PDIP yang mendukung agar pemilu kembali berjalan secara tertutup.

"Hingga saat ini netizen sangat keberatan dengan proposional tertutup, karena dirasa merugikan pemilih yang di mana dapat mencoblos dan melihat calon pemimpin yang diinginkan sesuai dengan hati para pemilih. Sebab rakyat harus tahu siapa yang akan mewakili suara mereka," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Dinilai Lahirkan Caleg...
Dinilai Lahirkan Caleg Inkompeten dan Money Politics, Sistem Pemilu Perlu Dikoreksi
Saraswati Rahayu Mundur...
Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Bahas Raperda Kependudukan,...
Bahas Raperda Kependudukan, Pansus DPRD Kota Bogor: Perkuat Big Data dan IKD
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
DPW Partai Perindo Jakarta...
DPW Partai Perindo Jakarta Kunjungi KPU DKI Bahas Verifikasi Parpol hingga Dana Bantuan Politik
Rekomendasi
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Berita Terkini
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved