Akun WA Ustaz Yusuf Mansur Dibajak Setelah Klik Undangan Diduga dari Wamenag
Jum'at, 10 Maret 2023 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ustaz Yusuf Mansur Ajak Orang Tua Tak Pernah Lelah Doakan dan Didik Anak
Hal tersebut juga pernah dialaminya sebelumnya, saat itu dirinya meng-klik sebuah tautan undangan serupa. "Tapi saya enggak mikir itu penipuan. Wong yang ngirim, seorang wakil menteri. dan saya anggap, ya udah. gitu aja bukan penipuan. Enggak ngeh. saya pun sempet nanya, kok enggak bisa dibuka,"katanya.
UYM mengaku beruntung karena akun WA nya berhasil diselamatkan oleh Wirda, anaknya. Bahkan handphone kini telah dipasang perangkat keamanan. "Alhamdulillaah bisa ditangani oleh Umair dan Wirda. Alhamdulillaah bisa langsung cepet balik, sebelum makan korban lebih banyak lagi,"katanya.
UYM pun mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati terhadap penggunaan wifi publik karena rawan. Serta jangan pernah mengklik tautan undangan atau file-file yang diduga berbahaya.
"Selanjutnya, hati-hati kawan kawan. Jangan pernah pakai wifi public, seberapa pun gratisannya. Di hotel atau bandara, atau kafe, resto dan lain-lain karena rawan dan jangan pernah ngklik-klik undangan, atau file apa gitu," tuturnya.
Hal tersebut juga pernah dialaminya sebelumnya, saat itu dirinya meng-klik sebuah tautan undangan serupa. "Tapi saya enggak mikir itu penipuan. Wong yang ngirim, seorang wakil menteri. dan saya anggap, ya udah. gitu aja bukan penipuan. Enggak ngeh. saya pun sempet nanya, kok enggak bisa dibuka,"katanya.
UYM mengaku beruntung karena akun WA nya berhasil diselamatkan oleh Wirda, anaknya. Bahkan handphone kini telah dipasang perangkat keamanan. "Alhamdulillaah bisa ditangani oleh Umair dan Wirda. Alhamdulillaah bisa langsung cepet balik, sebelum makan korban lebih banyak lagi,"katanya.
UYM pun mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati terhadap penggunaan wifi publik karena rawan. Serta jangan pernah mengklik tautan undangan atau file-file yang diduga berbahaya.
"Selanjutnya, hati-hati kawan kawan. Jangan pernah pakai wifi public, seberapa pun gratisannya. Di hotel atau bandara, atau kafe, resto dan lain-lain karena rawan dan jangan pernah ngklik-klik undangan, atau file apa gitu," tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :