Eka Gumilar Ajak Tokoh Nasional Kembali pada Kiblat Bangsa UUD45 dan Pancasila
Kamis, 09 Maret 2023 - 16:41 WIB
loading...
Ketua Ormas Rekat Indonesia Raya Eka Gumilar mengajak semua tokoh dan anak bangsa kembali kepada kiblat bangsa yakni, UUD 1945 dan Pancasila. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Ormas Rekat Indonesia Raya Eka Gumilar mengajak semua tokoh dan anak bangsa kembali kepada kiblat bangsa yakni, UUD 1945 dan Pancasila. Hal ini sangat penting karena masalah di negara ini disebabkan tidak dijadikannya UUD 45 dan Pancasila sebagai acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Maka wajar tatanan sosial, politik, ekonomi, hukum dan demokrasi mengalami kemunduran. Bahkan kerusakan. Padahal kita ini memiliki kiblat bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang semestinya menjadi acuan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Tidak boleh kita melenceng dari situ,” ujar Eka, Kamis (9/3/2023).
Menurut Eka, akhir-akhir ini krisis multidimensi yang datang silih berganti di negara ini disebabkan karena tidak dijadikannya UUD 45 dan Pancasila sebagai landasan dalam berpikir dan bertindak. Eka mencontohkan soal iklim politik yang tidak sehat dan penegakan hukum yang amburadul akhir-akhir ini. “Lihat saja putusan Pangadilan Negeri Jakarta Pusat yang ingin menunda pemilu itu. Itu kan menyimpang dari cita-cita nasional dan konstitusi kita,” katanya.
Baca juga: Generasi Milenial Penting Dibekali Ideologi Pancasila
Hal lain yang Eka juga soroti adalah soal terpolarisasinya masyarakat pada tahun politik ini. Menurutnya, hanya karena perbedaan pendapat dan pilihan politik, yang diprovokasi oleh oknum-oknum tertentu menyebabkan masyarakat bisa terpecah belah.
“Maka wajar tatanan sosial, politik, ekonomi, hukum dan demokrasi mengalami kemunduran. Bahkan kerusakan. Padahal kita ini memiliki kiblat bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang semestinya menjadi acuan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Tidak boleh kita melenceng dari situ,” ujar Eka, Kamis (9/3/2023).
Menurut Eka, akhir-akhir ini krisis multidimensi yang datang silih berganti di negara ini disebabkan karena tidak dijadikannya UUD 45 dan Pancasila sebagai landasan dalam berpikir dan bertindak. Eka mencontohkan soal iklim politik yang tidak sehat dan penegakan hukum yang amburadul akhir-akhir ini. “Lihat saja putusan Pangadilan Negeri Jakarta Pusat yang ingin menunda pemilu itu. Itu kan menyimpang dari cita-cita nasional dan konstitusi kita,” katanya.
Baca juga: Generasi Milenial Penting Dibekali Ideologi Pancasila
Hal lain yang Eka juga soroti adalah soal terpolarisasinya masyarakat pada tahun politik ini. Menurutnya, hanya karena perbedaan pendapat dan pilihan politik, yang diprovokasi oleh oknum-oknum tertentu menyebabkan masyarakat bisa terpecah belah.
Lihat Juga :