Rafael Alun Diduga Miliki Uang Rp500 Miliar di Rekening yang Diblokir PPATK

Rabu, 08 Maret 2023 - 05:50 WIB
loading...
Rafael Alun Diduga Miliki...
PPATK menduga jumlah uang milik Rafael Alun Trisambodo dalam rekening yang telah diblokir mencapai Rp500 miliar. Foto/MPI/Dok
A A A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ada lebih dari 40 rekening yang berkaitan dengan Rafael Alun Trisambodo (RAT). Total uang direkening yang diblokir mencapai Rp500 miliar.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan, pihaknya telah melakukan pemblokiran atau pembekuan terhadap lebih dari 40 rekening yang berkaitan Rafael Alun Trisambodo. "Total dana dalam rekening yang diblokir itu mencapai Rp500 miliar," kata Ivan pada Rabu (8/3/2023).

Ivan menduga seluruh dana tersebut berkaitan dengan Rafael Alun dan pihak-pihak terkait. "Mutasi rekening 2019-2023 itu ada Rp500 miliar," ucapnya.

Baca: KPK Bongkar 3 Cara Rafael Alun Trisambodo Samarkan Aliran Uang

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar pola penyembunyian hingga penyamaran aliran uang mantan Pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rafael Alun Trisambodo .

KPK menyebut Rafael Alun punya ilmu silat yang tinggi dalam menyamarkan aliran uang. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan menjelaskan ada tiga pola yang disinyalir diterapkan Rafael Alun dalam menyembunyikan harta kekayaannya hingga menyamarkan uang yang diterimanya.

Pertama, Rafael diduga menyembunyikan asetnya dengan menggunakan nama ibunya. Kedua, ada pihak profesional yang diduga sebagai perantara penerimaan uang untuk Rafael Alun.

Pihak profesional tersebut diduga berprofesi sebagai konsultan pajak. Konsultan pajak itu diduga mengatur dan mengelola penerimaan uang untuk Rafael.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Relaksasi WP Badan Masih...
Relaksasi WP Badan Masih Berlaku, DJP Kantongi 13,4 Juta Pelaporan SPT
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
Rekomendasi
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved