PBNU Perkirakan Awal Ramadan 1444 H Sama dengan Muhammadiyah
Selasa, 07 Maret 2023 - 14:35 WIB
loading...
Tim Hilal BMKG mengamati matahari terbenam menggunakan teleskop saat melakukan pemantauan hilal di Dermaga Hati, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/4/2021). FOTO/MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkirakan awal Ramadan 1444 H/2023 H sama dengan Muhammadiyah, yakni pada Kamis, 23 Maret 2023. Secara perhitungan falakiyah sudah memenuhi syarat tinggal menunggu hasil rukyat.
Ketua Lembaga Falakiyah PBNU (LF-PBNU) KH Sirril Wafa mengatakan, berdasarkan perhitungan hisab LF-PBNU, hilal sudah cukup tinggi, yaitu 8 derajat 00 menit 05 detik di atas ufuk dengan elongasi yang besar pula, 9 derajat 43 menit 10 detik. Jika hilal dapat terlihat, maka awal Ramadan 1444 H akan dilaksanakan bersama pada Kamis, 23 Maret 2023.
"Diharapkan banget, bisa awali Ramadan bersama-sama. Mudah-mudahan hasil perhitungan Falakiyah kali ini terkonfirmasi dengan hasil rukyat," kata Kiai Sirril dikutip dari situs resmi NU, Selasa (7/3/2023).
Baca juga: Ini Penetapan 1 Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1444 H /2023 M Menurut Muhammadiyah
Namun, kata Kiai Sirril, potensi perbedaan awal Ramadan tetap ada. Sebab, ketinggian hilal belum memenuhi kriteria qathiy rukyah, yaitu di atas 3 derajat dengan elongasi 9,9 derajat.
"Kalau dari segi Falakiyyah, berbagai sistem perhitungan hasilnya cenderung sama atau tidak terpaut jauh. Perbedaan itu terjadi dari cara pemahaman fiqihnya," katanya.
Kiai Sirril berpesan jika awal Ramadhan 1444 H nanti berbeda, umat Islam harus menyikapinya secara arif dengan saling memahami satu sama lain akar perbedaannya. Apalagi perbedaan awal Ramadan sudah sering terjadi, sehingga tidak asing lagi bagi umat Islam di Indonesia.
Ketua Lembaga Falakiyah PBNU (LF-PBNU) KH Sirril Wafa mengatakan, berdasarkan perhitungan hisab LF-PBNU, hilal sudah cukup tinggi, yaitu 8 derajat 00 menit 05 detik di atas ufuk dengan elongasi yang besar pula, 9 derajat 43 menit 10 detik. Jika hilal dapat terlihat, maka awal Ramadan 1444 H akan dilaksanakan bersama pada Kamis, 23 Maret 2023.
"Diharapkan banget, bisa awali Ramadan bersama-sama. Mudah-mudahan hasil perhitungan Falakiyah kali ini terkonfirmasi dengan hasil rukyat," kata Kiai Sirril dikutip dari situs resmi NU, Selasa (7/3/2023).
Baca juga: Ini Penetapan 1 Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1444 H /2023 M Menurut Muhammadiyah
Namun, kata Kiai Sirril, potensi perbedaan awal Ramadan tetap ada. Sebab, ketinggian hilal belum memenuhi kriteria qathiy rukyah, yaitu di atas 3 derajat dengan elongasi 9,9 derajat.
"Kalau dari segi Falakiyyah, berbagai sistem perhitungan hasilnya cenderung sama atau tidak terpaut jauh. Perbedaan itu terjadi dari cara pemahaman fiqihnya," katanya.
Kiai Sirril berpesan jika awal Ramadhan 1444 H nanti berbeda, umat Islam harus menyikapinya secara arif dengan saling memahami satu sama lain akar perbedaannya. Apalagi perbedaan awal Ramadan sudah sering terjadi, sehingga tidak asing lagi bagi umat Islam di Indonesia.
Lihat Juga :