Menkes Rotasi 7 Pejabat, PKS: Harus Bisa Genjot Penanganan Corona
Jum'at, 17 Juli 2020 - 10:37 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani. Foto/facebook
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto merotasi tujuh pejabat di lingkungan kementeriannya. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menekankan agar rotasi tersebut punya dampak signifikan terhadap kinerja kementerian, terutama dalam penanganan pandemic virus Corona alias Covid-19.
"Menurut saya, bukan soal rotasi dan mutasi, tapi lebih pada apa dampaknya terhadap peningkatan kinerja aparatur dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai user?" kata Netty dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Jumat (17/7/2020).
(Baca: Kasus Covid-19 Melonjak, PKS Usul Gunakan Datakrasi Pantau Penyebaran)
Apalagi, lanjut dia, dalam masa Pandemi Covid-19 ini, rotasi yang dilakukan harus berbanding lurus dengan upaya pencegahan penularan, penurunan kasus, dan penanganan yang semakin baik. Kendati demikian, dia mengakui bahwa rotasi adalah proses yang wajar dilakukan dalam birokrasi sepanjang berbasis merit system.
Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, rotasi menjadi tidak sehat jika berangkat dari faktor like and dislike, alasan-alasan subjektif dan tidak profesional, atau sekadar keputusan populis yang tidak berdasar.
"Menurut saya, bukan soal rotasi dan mutasi, tapi lebih pada apa dampaknya terhadap peningkatan kinerja aparatur dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai user?" kata Netty dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Jumat (17/7/2020).
(Baca: Kasus Covid-19 Melonjak, PKS Usul Gunakan Datakrasi Pantau Penyebaran)
Apalagi, lanjut dia, dalam masa Pandemi Covid-19 ini, rotasi yang dilakukan harus berbanding lurus dengan upaya pencegahan penularan, penurunan kasus, dan penanganan yang semakin baik. Kendati demikian, dia mengakui bahwa rotasi adalah proses yang wajar dilakukan dalam birokrasi sepanjang berbasis merit system.
Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, rotasi menjadi tidak sehat jika berangkat dari faktor like and dislike, alasan-alasan subjektif dan tidak profesional, atau sekadar keputusan populis yang tidak berdasar.
Lihat Juga :