Satu Tahun Konflik Rusia Vs Ukraina, Pengamat Militer: Ini Perang Asimetrik
Minggu, 26 Februari 2023 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
"Fakta perang ini pun berpengaruh pada komoditas impor di negara kita. Sebab ada beberapa barang berasal dari kedua negara yang berperang tersebut yakni, 40% gas Eropa asal Rusia, 35% paladium Amerika Serikat bahan baku semikonduktor asal Rusia, 67% Neon Amerika bahan baku semikonduktor juga asal Ukraina," sambungnya.
Jadi efek dominonya yang paling penting adalah harga pangan impor naik diikuti kenaikan barang-barang lokal, biaya logistik melonjak dan harga BBM menanti subsidi yang lebih besar. "Hal ini cukup membingungkan kebijakan publik dunia, karena salah kebijakan akan berujung ke gejolak dunia," tandasnya.
Pengamat Militer dan Intelijen menilai posisi Ukraina memang diperebutkan. Amerika Serikat menginginkannya sebagai negara satelit yang mengawasi Rusia. Sementara Rusia masih belum benar-benar ikhlas melepaskannya sebagai bagian dari Uni Soviet dulu.
"Bisa dikatakan ini perang Amerika Serikat vs Rusia. NATO berusaha menancapkan kekuasaannya di Ukraina yang secara geografis berbatasan langsung dengan Rusia," tuturnya.
Sementara itu, tambah Nuning, saat ini Moskow mencermati bahwa negara-negara dan institusi Eropa sedang mendiskusikan langkah terbaik untuk memecah belah dan menghancurkan Rusia.
Jadi efek dominonya yang paling penting adalah harga pangan impor naik diikuti kenaikan barang-barang lokal, biaya logistik melonjak dan harga BBM menanti subsidi yang lebih besar. "Hal ini cukup membingungkan kebijakan publik dunia, karena salah kebijakan akan berujung ke gejolak dunia," tandasnya.
Pengamat Militer dan Intelijen menilai posisi Ukraina memang diperebutkan. Amerika Serikat menginginkannya sebagai negara satelit yang mengawasi Rusia. Sementara Rusia masih belum benar-benar ikhlas melepaskannya sebagai bagian dari Uni Soviet dulu.
"Bisa dikatakan ini perang Amerika Serikat vs Rusia. NATO berusaha menancapkan kekuasaannya di Ukraina yang secara geografis berbatasan langsung dengan Rusia," tuturnya.
Sementara itu, tambah Nuning, saat ini Moskow mencermati bahwa negara-negara dan institusi Eropa sedang mendiskusikan langkah terbaik untuk memecah belah dan menghancurkan Rusia.
Lihat Juga :