PKS, Nasdem, dan Demokrat Usung Anies Baswedan Nyapres 2024, Siapa Ketiban Untung?
Minggu, 26 Februari 2023 - 06:17 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, dia menilai Demokrat terlambat karena belum mendeklarasikan secara resmi. “Nasdem sudah, PKS sudah, Demokrat belum walaupun secara pernyataan sudah. Jadi Demokrat ini belum mengusung Anies karena belum deklarasi. Siapa yang cepat, dia yang dapat,” pungkasnya.
Pendapat berbeda disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. “Ketiganya kemungkinan akan mendapatkan efek ekor jas yang lebih merata. Ketiga partai di mata pemilih bisa dianggap memiliki asosiasi yang cenderung seimbang terhadap Anies,” ujar Djayadi Hanan kepada SINDOnews.
Dia menuturkan, Nasdem sudah lebih dahulu deklarasi Anies dan memiliki hubungan historis dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai salah satu deklarator cikal bakal Partai Nasdem. “PKS dan Demokrat cenderung lebih bisa terasosiasi ke Anies karena selama ini adalah partai oposisi dan Anies di kalangan oposisi juga dipandang sebagai alternatif kepemimpinan. Tapi Demokrat mungkin bisa menarik efek ekor jas lebih besar bila AHY menjadi cawapres,” pungkasnya.
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan bahwa Demokrat yakin akan memperoleh efek ekor jas dari pencapresan Anies. Apalagi, kata dia, isu yang dipresentasikan adalah ide gagasan perubahan dan perbaikan.
“Mas Anies pun menjadi figur yang diasosiasikan publik sebagai pemimpin perubahan. Kesemuanya ini identik dan selaras dengan platform perjuangan serta persepsi publik yang terbentuk terhadap Partai Demokrat yang konsisten selama dua periode berada di luar pemerintahan Jokowi. Karenanya kami optimis akan mendapatkan efek ekor jas,” ujarnya.
Demokrat, lanjut dia, memandang bahwa partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan pada saatnya nanti akan mendapatkan efek ekor jas yang optimal secara proporsional. PKS pun memiliki pendapat yang sama.
“Fokus kita menangkan PKS dan menangkan Anies. Selama kita sosialisasikan Anies Baswedan sebagai capres dan masyarakat menyambut baik, Insya Allah dengan sendirinya akan berdampak baik juga bagi elektabilitas PKS,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Ahmad Fathul Bari.
Pendapat berbeda disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. “Ketiganya kemungkinan akan mendapatkan efek ekor jas yang lebih merata. Ketiga partai di mata pemilih bisa dianggap memiliki asosiasi yang cenderung seimbang terhadap Anies,” ujar Djayadi Hanan kepada SINDOnews.
Dia menuturkan, Nasdem sudah lebih dahulu deklarasi Anies dan memiliki hubungan historis dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai salah satu deklarator cikal bakal Partai Nasdem. “PKS dan Demokrat cenderung lebih bisa terasosiasi ke Anies karena selama ini adalah partai oposisi dan Anies di kalangan oposisi juga dipandang sebagai alternatif kepemimpinan. Tapi Demokrat mungkin bisa menarik efek ekor jas lebih besar bila AHY menjadi cawapres,” pungkasnya.
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan bahwa Demokrat yakin akan memperoleh efek ekor jas dari pencapresan Anies. Apalagi, kata dia, isu yang dipresentasikan adalah ide gagasan perubahan dan perbaikan.
“Mas Anies pun menjadi figur yang diasosiasikan publik sebagai pemimpin perubahan. Kesemuanya ini identik dan selaras dengan platform perjuangan serta persepsi publik yang terbentuk terhadap Partai Demokrat yang konsisten selama dua periode berada di luar pemerintahan Jokowi. Karenanya kami optimis akan mendapatkan efek ekor jas,” ujarnya.
Demokrat, lanjut dia, memandang bahwa partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan pada saatnya nanti akan mendapatkan efek ekor jas yang optimal secara proporsional. PKS pun memiliki pendapat yang sama.
“Fokus kita menangkan PKS dan menangkan Anies. Selama kita sosialisasikan Anies Baswedan sebagai capres dan masyarakat menyambut baik, Insya Allah dengan sendirinya akan berdampak baik juga bagi elektabilitas PKS,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Ahmad Fathul Bari.
(rca)
Lihat Juga :