PKS, Nasdem, dan Demokrat Usung Anies Baswedan Nyapres 2024, Siapa Ketiban Untung?

Minggu, 26 Februari 2023 - 06:17 WIB
loading...
PKS, Nasdem, dan Demokrat...
Bakal capres Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman, dan Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (2/2/2023). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasdem, dan Demokrat mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju ke Pilpres 2024. Ketiga partai politik (parpol) itu menggagas Koalisi Perubahan untuk Pilpres 2024 .

Nasdem mendeklarasikan Anies sebagai bakal calon presiden (capres) 2024 pada Senin, 3 Oktober 2022. Sedangkan PKS mendeklarasikan Anies sebagai bakal capres di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Februari 2023.

"Musyawarah Majelis Syura VIII PKS telah memutuskan bahwa Partai Keadilan Sejahtera secara resmi mengusung Saudara Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon presiden Republik Indonesia pada pemilihan umum presiden tahun 2024," ujar Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam sambutannya.

Baca juga: Ulama Kumpul di Sragen, Dorong Kader NU Jadi Cawapres Anies Baswedan



Adapun Demokrat melalui Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menyatakan dukungannya untuk Anies maju sebagai capres 2024. Penegasan AHY disampaikan usai melakukan pertemuan selama sekitar dua jam dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Kami dalam tahapan finalisasi bahwa ketiga parpol bisa duduk bersama dalam prinsip besar, semakin intensif komunikasi menjalin chemistry dengan Anies Baswedan," ujar AHY dalam jumpa pers usai pertemuan dengan Paloh di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Rabu, 22 Februari 2023.

AHY menilai Demokrat tidak perlu lagi deklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024. Menurut dia, hal itu sudah cukup dilakukan dengan memberikan pernyataan resmi.

Baca: Dubes Sung Yong Kim ke PKS, Sinyal Dukungan Amerika Serikat untuk Anies di Pilpres 2024?

AHY mengatakan, Demokrat hanya tinggal menunggu Koalisi Perubahan terwujud. "Kan sudah, sudah kami sampaikan bahwa sikap Partai Demokrat sangat jelas (mengusung Anies sebagai bacapres)," kata AHY ditemui usai hadiri acara Haul ke-12 KH Zainuddin MZ di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2023) malam.

Sementara itu, Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menjelaskan bahwa pernyataan sikap resmi Demokrat mendukung Anies sebagai bakal capres 2024 telah disampaikan kepada publik pada 26 Januari lalu. “Selanjutnya untuk deklarasi paripurna atau paket komplet akan dilakukan setelah Mas Anies menetapkan bacawapresnya. Jadi, deklarasinya sudah satu paket bacapres dan bacawapresnya,” kata Kamhar Lakumani kepada SINDOnews, Sabtu (25/2/2023).

Lalu, siapa yang akan untung atau memperoleh efek ekor jas (coattail effect) dari dukungan ketiga parpol itu terhadap pencalonan Anies?

Baca: Syarat Koalisi Perubahan Maju Pilpres 2024 Terpenuhi, Kenapa Ajak Golkar?

“PKS juga akan dapat efek ekor jas, sama seperti Nasdem. PKS ketika mengusung Anies bisa meningkatkan elektabilitasnya,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada SINDOnews.

Ujang mengatakan, publik juga tahu bahwa selama ini PKS dekat dan mengawal kebijakan-kebijakan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta. Maka itu, menurut Ujang, figur yang cocok bagi PKS adalah Anies Baswedan.

“Kalau Demokrat lihat nanti, apakah memiliki dampak efek ekor jas bagi Demokrat, bisa iya, bisa juga tidak, tergantung ya,” tutur pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Sebab, dia menilai Demokrat terlambat karena belum mendeklarasikan secara resmi. “Nasdem sudah, PKS sudah, Demokrat belum walaupun secara pernyataan sudah. Jadi Demokrat ini belum mengusung Anies karena belum deklarasi. Siapa yang cepat, dia yang dapat,” pungkasnya.

Pendapat berbeda disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. “Ketiganya kemungkinan akan mendapatkan efek ekor jas yang lebih merata. Ketiga partai di mata pemilih bisa dianggap memiliki asosiasi yang cenderung seimbang terhadap Anies,” ujar Djayadi Hanan kepada SINDOnews.

Dia menuturkan, Nasdem sudah lebih dahulu deklarasi Anies dan memiliki hubungan historis dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai salah satu deklarator cikal bakal Partai Nasdem. “PKS dan Demokrat cenderung lebih bisa terasosiasi ke Anies karena selama ini adalah partai oposisi dan Anies di kalangan oposisi juga dipandang sebagai alternatif kepemimpinan. Tapi Demokrat mungkin bisa menarik efek ekor jas lebih besar bila AHY menjadi cawapres,” pungkasnya.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan bahwa Demokrat yakin akan memperoleh efek ekor jas dari pencapresan Anies. Apalagi, kata dia, isu yang dipresentasikan adalah ide gagasan perubahan dan perbaikan.

“Mas Anies pun menjadi figur yang diasosiasikan publik sebagai pemimpin perubahan. Kesemuanya ini identik dan selaras dengan platform perjuangan serta persepsi publik yang terbentuk terhadap Partai Demokrat yang konsisten selama dua periode berada di luar pemerintahan Jokowi. Karenanya kami optimis akan mendapatkan efek ekor jas,” ujarnya.

Demokrat, lanjut dia, memandang bahwa partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan pada saatnya nanti akan mendapatkan efek ekor jas yang optimal secara proporsional. PKS pun memiliki pendapat yang sama.

“Fokus kita menangkan PKS dan menangkan Anies. Selama kita sosialisasikan Anies Baswedan sebagai capres dan masyarakat menyambut baik, Insya Allah dengan sendirinya akan berdampak baik juga bagi elektabilitas PKS,” kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Ahmad Fathul Bari.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
Rekomendasi
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Berita Terkini
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved