Mimbar Agama Tak Boleh Jadi Media Penggiringan Politik Identitas
Sabtu, 25 Februari 2023 - 16:52 WIB
loading...
Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Syahrullah Iskandar mengatakan, mimbar agama tidak boleh menjadi media penggiringan politik identitas. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Segala bentuk politik identitas harus ditanggalkan, termasuk di mimbar agama, menjelang Pemilu 2024. Hal ini penting agar mimbar agama tidak menjadi sarana untuk memenuhi syahwat politik kekuasaan.
Hal ini ditegaskan Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Syahrullah Iskandar di Jakarta menanggapi potensi munculnya politik identitas pada Pemilu 2024.
"Menjadikan masjid sebagai media penggiringan dukungan politik dalam varian bentuk adalah hal yang tidak boleh dibiarkan, karena akan menimbulkan disintegrasi sosial. Biarkan rumah ibadah digunakan sesuai fungsinya sebagai perekat masyarakat," katanya, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: Partai Ummat Kampanyekan Politik Identitas, Mahfud MD Bilang Begini
Menurut Syahrullah, argumentasi pembenaran menggunakan mimbar masjid sebagai sarana penggiringan politik sebagaimana fungsi masjid di masa Rasulullah SAW adalah benar. Namun, situasi sosial kekinian cukup berbeda, mimbar agama sering kali dijadikan sarana politik hanya untuk kepentingan kekuasaan dan kepentingan duniawi.
Baca juga: Kiat TGB Hindari Politik Identitas: Tagih Gagasan Para Calon Pemimpin
Hal ini ditegaskan Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Syahrullah Iskandar di Jakarta menanggapi potensi munculnya politik identitas pada Pemilu 2024.
"Menjadikan masjid sebagai media penggiringan dukungan politik dalam varian bentuk adalah hal yang tidak boleh dibiarkan, karena akan menimbulkan disintegrasi sosial. Biarkan rumah ibadah digunakan sesuai fungsinya sebagai perekat masyarakat," katanya, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: Partai Ummat Kampanyekan Politik Identitas, Mahfud MD Bilang Begini
Menurut Syahrullah, argumentasi pembenaran menggunakan mimbar masjid sebagai sarana penggiringan politik sebagaimana fungsi masjid di masa Rasulullah SAW adalah benar. Namun, situasi sosial kekinian cukup berbeda, mimbar agama sering kali dijadikan sarana politik hanya untuk kepentingan kekuasaan dan kepentingan duniawi.
Baca juga: Kiat TGB Hindari Politik Identitas: Tagih Gagasan Para Calon Pemimpin
Lihat Juga :