Fadli Zon Mendorong Indonesia Bersikap soal Polemik Hagia Sophia
Kamis, 16 Juli 2020 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Hagia Sophia pernah menjadi ikon peradaban Eropa di masa kejayaan Bizantium. Dibangun selama lima tahun oleh Kaisar Justinian I dimulai pada 532, Hagia Sophia awalnya merupakan gereja katedral. Setelah Konstatinopel jatuh ke tangan Turki, Sultan Mehmed II atau Al Fatih (Sang Penakluk) mengubahnya menjadi masjid.
(Baca: Ketua BKSAP DPR Fadli Zon Tegaskan Menolak Aneksasi Wilayah Palestina)
Menurut Fadli, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis. Sebagai negara muslim terbesar yang menganut politik luar negeri bebas aktif, serta tengah duduk di posisi-posisi strategis, sikap dan pernyataan Indonesia diyakini bakal akan sangat didengar oleh negara-negara Barat dan organisasi internasional.
Hal ini diyakini Fadli Zon akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi profil Indonesia di mata dunia internasional. ”Kita tentu menghormati perubahan status Hagia Sophia dan mendorong Turki untuk benar-benar mempertahankan keterbukaan akses bagi semua golongan atas situs bersejarah tersebut,” ujar mantan wakil ketua DPR itu.
(Baca: Ketua BKSAP DPR Fadli Zon Tegaskan Menolak Aneksasi Wilayah Palestina)
Menurut Fadli, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis. Sebagai negara muslim terbesar yang menganut politik luar negeri bebas aktif, serta tengah duduk di posisi-posisi strategis, sikap dan pernyataan Indonesia diyakini bakal akan sangat didengar oleh negara-negara Barat dan organisasi internasional.
Hal ini diyakini Fadli Zon akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi profil Indonesia di mata dunia internasional. ”Kita tentu menghormati perubahan status Hagia Sophia dan mendorong Turki untuk benar-benar mempertahankan keterbukaan akses bagi semua golongan atas situs bersejarah tersebut,” ujar mantan wakil ketua DPR itu.
(muh)
Lihat Juga :