Demokrat Sebut Hasto PDIP Menyesatkan, Klaim Pemilu Tertutup Suburkan Oligarki
Senin, 20 Februari 2023 - 08:57 WIB
loading...
Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani membantah tuduhan bahwa sistem pemilu diubah menjadi proporsional terbuka untuk memenangkan Demokrat pada Pemilu 2009. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyanggah pernyataan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengenai sistem motif diubahnya sistem pemilu tertutup menjadi terbuka pada Pemilu 2009. Sebaliknya, Demokrat menganggap pernyataan Hasto menyesatkan masyarakat.
Menurut Kamhar, PDIP lewat Hasto sedang mencoba mereduksi dan mengalihkan substansi persoalan antara sistem proporsional terbuka dan sistem proporsional tertutup menjadi pada persoalan para pihak yang melakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi.
Dia mengatakan, Hasto menuding berubahnya sistem pemilihan pada Pemilu 2009 lewat judicial review pada akhir 2008 seolah-olah itu atas perintah Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kepentingan elektoral Partai Demokrat. Padahal, kata Kamhar, itu tidak benar.
Baca juga: SBY Pertanyakan Kegentingan Negara Ubah Sistem Pemilu
"Tuduhan Bung Hasto bahwa karena perubahan sistem pemilu tersebut Partai Demokrat memperoleh kenaikan hampir 300 persen. Pernyataan itu tak hanya keliru namun juga menyesatkan," ujar Kamhar Lakumani, Minggu (19/2/2023).
Menurut Kamhar, PDIP lewat Hasto sedang mencoba mereduksi dan mengalihkan substansi persoalan antara sistem proporsional terbuka dan sistem proporsional tertutup menjadi pada persoalan para pihak yang melakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi.
Dia mengatakan, Hasto menuding berubahnya sistem pemilihan pada Pemilu 2009 lewat judicial review pada akhir 2008 seolah-olah itu atas perintah Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kepentingan elektoral Partai Demokrat. Padahal, kata Kamhar, itu tidak benar.
Baca juga: SBY Pertanyakan Kegentingan Negara Ubah Sistem Pemilu
"Tuduhan Bung Hasto bahwa karena perubahan sistem pemilu tersebut Partai Demokrat memperoleh kenaikan hampir 300 persen. Pernyataan itu tak hanya keliru namun juga menyesatkan," ujar Kamhar Lakumani, Minggu (19/2/2023).
Lihat Juga :