Demokrat Sebut Hasto PDIP Ngebet Ubah Sistem Pemilu: Trauma Kasus Harun Masiku

Senin, 20 Februari 2023 - 06:59 WIB
loading...
Demokrat Sebut Hasto...
Wasekjen DPP Partai Demokrat Irwan menilai Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengalami trauma sehingga mendorong perubahan sistem pemilu dari terbuka menjadi tertutup. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pada akhir 2008 sejumlah kader Partai Demokrat melakukan judicial review, menggugat sistem pemilihan proporsional tertutup. Padahal, masa itu sudah mendekati Pemilu 2009.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Irwan merespons dengan mempertanyakan balik justru ambisi besar PDIP untuk mendorong sistem pemilu menjadi proporsional tertutup. “Saya curiga Hasto ngebet sekali dorong proporsional tertutup karena dia sangat trauma dengan kasus Harun Masiku,” kata Irwan kepada wartawan, Senin (20/2/2023).

Menurut Legislator asal Kalimantan Timur (Kaltim) ini, semestinya Hasto fokus menjawab soal urgensi yang dipertanyakan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, bukan justru membandingkan dengan perubahan sistem pemilu di 2008 lalu.

Baca juga: Saran SBY Agar Sistem Pemilu Lebih Sempurna dan Tertata

“Perubahan sistem pemilu di 2008 menjadi proporsional terbuka adalah murni kehendak rakyat, pekerjaan rumah pasca reformasi yang belum diselesaikan pemimpin pemerintahan sebelumnya,” tegas Irwan.

Irwan menyayangkan bahwa Hasto gagal menangkap pesan SBY bahwa perubahan sistem pemilu itu perlu ditanyakan kepada rakyat, apa urgensinya dilakukan saat tahapan Pemilu 2024 telah berjalan. Menurutnya, rakyat berhak memilih langsung wakilnya sesuai dengan keinginan mereka melalui sistem proporsional terbuka atau pemilu langsung, bukan dipilihkan oleh elite parpol.

“Pesan Pak SBY jelas sekali. Tanya dulu kehendak rakyat! Urgensi dan alasan kuat untuk mengubah sistem pemilu saat ini apa? Itu yang ditanyakan Pak SBY,” tukasnya.

Irwan menambahkan, sistem pemilu tertutup adalah warisan Orde Baru. “Apakah Hasto mau kembali ke sistem orba? Rakyat berhak memilih langsung wakilnya sesuai yang mereka inginkan dalam pemilihan langsung. Rakyat bisa menagih langsung ke wakil rakyat yang mereka pilih dibanding wakil mereka yang dipilih oleh elite partai,” tandas Anggota Komisi V DPR RI.

Sebelumnya, Hasto merespons SBY yang mempertanyakan urgensi mengubah sistem pemilu yang tahapannya sudah mulai berjalan. PDIP merupakan partai yang mendorong dikembalikannyaa sistem pemilihan menjadi proporsional tertutup.



”Bapak SBY lupada bahwa pada bulan Desember 2008, dalam masa pemerintahan beliau, justru beberapa kader Partai Demokrat yang mengubah proporsional tertutup menjadi terbuka melalui mekanisme judicial review. Itu hanya sekitar empat bulan menjelang pemilu yang seharusnya tak boleh ada perubahan,” ujar Hasto di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (19/3/2023) dikutip dari Antara.

Hasto mengatakan, ini merupakan strategi Partai Demokrat untuk meraih kemenangan di Pemilu 2009. Hasilnya, Demokrat memenangkan Pemilu 2009 dengan kenaikan suarat tiga kali lipat dari pemilu 2004.

“Sehingga dengan melakukan segala cara akhirnya Partai Demokrat mengalami kenaikan 300 persen, bayangkan dengan PDI perjuangan yang ketika berkuasa, kenaikannya hanya 1,5 persen, sehingga mustahil dengan sistem multi partai yang kompleks suatu partai bisa menaikkan suaranya bisa 300 persen dan itu tidak mungkin terjadi tanpa kecurangan masif, tanpa menggunakan beberapa elemen dari KPU yang seharusnya netral. Dan itu dipakai, dan dijanjikan masuk ke dalam kepengurusan partai tersebut,” jelas Hasto.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Berita Terkini
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved