Purnawirawan Jenderal Polisi Bintang 3 Pernah Menjabat Kadensus 88, Nomor 3 Lumpuhkan Gembong Teroris Dr Azhari
Jum'at, 17 Februari 2023 - 10:42 WIB
loading...
A
A
A
Setelah tak menjabat sebagai Kadensus 88, Gories Mere dimutasi menjadi Direktur IV Narkoba Bareskrim Polri. Perwira polisi kelahiran Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), 17 November 1954 itu kemudian mendapat promosi menjadi Wakil Kepala Bareskrim pada 2005. Gories Mere berhasil meraih pangkat bintang tiga alias Komjen setelah ditunjuk menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2009.
Gories Mere pernah beberapa kali menjadi target pembunuhan. Ia mendapat paket bom buku yang dikirim ke kantor BNN pada 2011. Beruntung, bom berhasil dijinakkan tim Gegana dengan cara diledakkan di basement kantor BNN. Di saat hampir bersamaan, bom buku juga dikirim ke tokoh lain, seperti Ulil Abshar Abdalla, Yapto Suryosumarno, dan Ahmad Dhani.
Tak hanya itu, Gories Mere yang menjabat Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan juga menjadi salah satu target pembunuhan pada kerusuhan 22 Mei 2019. Tiga target pembunuhan lainnya adalah Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Budi Gunawan.
"Betul (jadi target pembunuhan). Pak Wiranto (Menko Polhukam), Pak Luhut (Menko Kemaritiman), yang ketiga Kepala BIN (Budi Gunawan), keempat Pak Gories Mere," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta pada 28 Mei 2019 silam.
2. Komjen Pol (Purn) Drs Saud Usman Nasution, SH, MH, MM
![Purnawirawan Jenderal Polisi Bintang 3 Pernah Menjabat Kadensus 88, Nomor 3 Lumpuhkan Gembong Teroris Dr Azhari]()
FOTO/BNPT
Purnawirawan jenderal bintang tiga yang pernah menjabat Kadensus 88 adalah Saud Usman. Perwira polisi kelahiran Sigalangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, 25 Februari 1958 ini memimpin satuan berlambang burung hantu pada 2009.
Saud Usman tak lama menjadi Kadensus 88 karena mendapat penugasan sebagai Dir I/Kamtrannas Bareskrim Polri (2009), lalu Sahli Sosbud Kapolri (2010). Doktor Ilmu Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta itu meraih pangkat bintang 2 setelah dipromosikan menjadi Kadiv Humas Polri pada 2011.
Setahun kemudian, Saud Usman dimutasi menjadi Wakabareskrim Polri dan dipercaya menjabat Kapolda Sumatera Selatan dua tahun selanjutnya. Sarjana Hukum Universitas Patimura, Ambon ini meraih pangkat bintang 3 setelah dipilih menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2014 sebelumnya akhirnya pensiun dua tahun kemudian.
Setelah pensiun, Saud Usman aktif sebagai Anggota Pengawasan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan menjalankan sejumlah bisnis.
Gories Mere pernah beberapa kali menjadi target pembunuhan. Ia mendapat paket bom buku yang dikirim ke kantor BNN pada 2011. Beruntung, bom berhasil dijinakkan tim Gegana dengan cara diledakkan di basement kantor BNN. Di saat hampir bersamaan, bom buku juga dikirim ke tokoh lain, seperti Ulil Abshar Abdalla, Yapto Suryosumarno, dan Ahmad Dhani.
Tak hanya itu, Gories Mere yang menjabat Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan juga menjadi salah satu target pembunuhan pada kerusuhan 22 Mei 2019. Tiga target pembunuhan lainnya adalah Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Budi Gunawan.
"Betul (jadi target pembunuhan). Pak Wiranto (Menko Polhukam), Pak Luhut (Menko Kemaritiman), yang ketiga Kepala BIN (Budi Gunawan), keempat Pak Gories Mere," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta pada 28 Mei 2019 silam.
2. Komjen Pol (Purn) Drs Saud Usman Nasution, SH, MH, MM

FOTO/BNPT
Purnawirawan jenderal bintang tiga yang pernah menjabat Kadensus 88 adalah Saud Usman. Perwira polisi kelahiran Sigalangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, 25 Februari 1958 ini memimpin satuan berlambang burung hantu pada 2009.
Saud Usman tak lama menjadi Kadensus 88 karena mendapat penugasan sebagai Dir I/Kamtrannas Bareskrim Polri (2009), lalu Sahli Sosbud Kapolri (2010). Doktor Ilmu Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta itu meraih pangkat bintang 2 setelah dipromosikan menjadi Kadiv Humas Polri pada 2011.
Setahun kemudian, Saud Usman dimutasi menjadi Wakabareskrim Polri dan dipercaya menjabat Kapolda Sumatera Selatan dua tahun selanjutnya. Sarjana Hukum Universitas Patimura, Ambon ini meraih pangkat bintang 3 setelah dipilih menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2014 sebelumnya akhirnya pensiun dua tahun kemudian.
Setelah pensiun, Saud Usman aktif sebagai Anggota Pengawasan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan menjalankan sejumlah bisnis.
Lihat Juga :