Jakarta yang Terlalu Longgar

Kamis, 16 Juli 2020 - 07:16 WIB
loading...
A A A
Pada saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang diterapkan se­­tiap hari Minggu banyak warga ibukota yang berlalu lalang di ja­lan tanpa menggunakan masker. Hal yang sama juga sering ter­lihat di daerah perkampungan. Protokol kesehatan yang se­ha­rus­nya dipatuhi, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan men­cuci tangan banyak diabaikan oleh warga Jakarta.

Padahal, kedisiplinan masyarakat menjadi salah satu kunci utama pengendalian Covid-19. Pemprov DKI seharusnya bisa membuat masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol ke­sehatan untuk mencegah membludaknya penduduk yang ter­serang virus. Para ahli menilai, tingginya kasus baru Covid-19 di Jakarta sa­lah satunya disebabkan sejumlah pelonggaran pada masa pem­batasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Padahal, dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang sangat ren­dah, PSBB di Jakarta seharusnya tidak dilong­gar­kan. Se­jum­lah pe­long­garan itu membuat seluruh sektor tampak kem­bali ber­jalan nor­mal. Masya­rakat merasa pandemi Covid-19 sudah ber­­a­khir. Ke­lengahan itulah yang berimbas pada kembali naik­­nya penu­lar­an Covid-19.

Pelonggaran dengan dalih masa transisi, menyebabkan kon­trol dan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan juga menjadi longgar. Meskipun sejatinya, Pemprov DKI Jakarta tak benar-benar melakukan protokol kesehatan yang ketat saat pun­cak pandemi pada April-Mei 2020 lalu. Buktinya, banyak gerai makanan di kawasan Kemang dan Cipete yang buka hingga men­jelang pagi. Dan tak ada satupun yang mendapat teguran. Bah­kan, para pegawai yang bekerja di gerai makanan di kawasan itu, tak pernah melakukan tes kesehatan termasuk screening apa­kah terpapar Covid-19 atau tidak. Mereka dibiarkan bebas ber­in­ter­aksi dengan siapapun, sampai sekarang. Yang terjadi di Jakarta saat ini, protokol kesehatan belum di­tegak­kan, tetapi kon­trol ke­sehatan sudah dilonggarkan. Pene­gak­an hukum pun tak tegas. Sehingga masyarakat maupun pelaku usa­ha kini sema­kin bebas me­lakukan apa saja tanpa khawatir men­da­pat­kan sank­si.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved