Ajak Golkar Merapat, Koalisi Perubahan Ingin Duet Anies-Airlangga?
Sabtu, 11 Februari 2023 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Dia melihat Koalisi Perubahan menyodorkan nama Anies kepada poros lain. “Ini bentuk tawaran politik yang berulang kali dilakukan poros perubahan terutama ke Partai Golkar,” tuturnya.
Baca: Saling Sandera Koalisi Pilpres 2024, Rentan Patah di Jalan
Dia berpendapat, Koalisi Perubahan lebih terbuka kepada Golkar karena KIB belum menentukan secara resmi siapa yang bakal diusung pada Pilpres 2024. “Apalagi sebelumnya Ketua Umum Golkar membuka pintu komunikasi politik dengan Partai Nasdem yang merupakan partai yang pertama sekali secara lantang mengusung Anies,” ungkapnya.
Dia melihat secara hitung-hitungan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold, Koalisi Perubahan dan KIB sama-sama kuat. “Kalau untuk hitungan nominasi bakal cawapres, poros perubahan langkah politiknya lebih gercep (gerak cepat, red),” tuturnya.
Selain itu, kata dia, karena KIB sejauh ini menggadang-gadang tokoh luar seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir. Dia juga melihat Koalisi Perubahan berupaya membuat lawan goyah dengan mengajak Golkar bergabung.
Baca: Syarat Koalisi Perubahan Maju Pilpres 2024 Terpenuhi, Kenapa Ajak Golkar?
“Bukan keinginan mengawinkan Anies dan Airlangga, karena poros perubahan bisa bubar kalau yang diambil tokoh partai politik di luar poros perubahan. Poros perubahan lebih menunjukkan taring untuk menawarkan kandidat dari partai politiknya sendiri, bukan untuk menawarkan posisi cawapres bagi Airlangga, ini yang menurut saya lebih kepada menggoda koalisi lain untuk tertarik bergabung dengan gagasan perubahan yang ditawarkan ketiga partai,” pungkasnya.
Baca: Saling Sandera Koalisi Pilpres 2024, Rentan Patah di Jalan
Dia berpendapat, Koalisi Perubahan lebih terbuka kepada Golkar karena KIB belum menentukan secara resmi siapa yang bakal diusung pada Pilpres 2024. “Apalagi sebelumnya Ketua Umum Golkar membuka pintu komunikasi politik dengan Partai Nasdem yang merupakan partai yang pertama sekali secara lantang mengusung Anies,” ungkapnya.
Dia melihat secara hitung-hitungan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold, Koalisi Perubahan dan KIB sama-sama kuat. “Kalau untuk hitungan nominasi bakal cawapres, poros perubahan langkah politiknya lebih gercep (gerak cepat, red),” tuturnya.
Selain itu, kata dia, karena KIB sejauh ini menggadang-gadang tokoh luar seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir. Dia juga melihat Koalisi Perubahan berupaya membuat lawan goyah dengan mengajak Golkar bergabung.
Baca: Syarat Koalisi Perubahan Maju Pilpres 2024 Terpenuhi, Kenapa Ajak Golkar?
“Bukan keinginan mengawinkan Anies dan Airlangga, karena poros perubahan bisa bubar kalau yang diambil tokoh partai politik di luar poros perubahan. Poros perubahan lebih menunjukkan taring untuk menawarkan kandidat dari partai politiknya sendiri, bukan untuk menawarkan posisi cawapres bagi Airlangga, ini yang menurut saya lebih kepada menggoda koalisi lain untuk tertarik bergabung dengan gagasan perubahan yang ditawarkan ketiga partai,” pungkasnya.
Lihat Juga :