Balada Eliezer dan Elegi Yosua di Persidangan Sambo
Jum'at, 10 Februari 2023 - 20:49 WIB
loading...
A
A
A
Eliezer-lah yang menjadi satu-satunya penguak fakta sebenarnya matinya Yosua di rumah dinas Sambo yang saat itu menjabat Kadiv Propam Polri, bukanlah karena tembak menembak, tetapi karena dibunuh.
Alhasil, Eliezer pun meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) untuk menjadi justice collaborator, bekerja sama dengan penegak hukum menguak kebenaran di balik terbunuhnya Yosua.
Dukungan publik kepada Eliezer ditunjukkan di dunia maya dan dunia nyata. Para pendukung Eliezer memberikan motivasi baik langsung maupun tidak langsung agar Eliezer berkata jujur. Pada saat persidangan pertama saat menghadirkan orang tua Yosua, Eliezer bersimpuh sambil menangis meminta maaf kepada orang tua Yosua, dan Eliezer berjanji akan mengungkapkan kebenaran sepanjang peradilan berlangsung. Orang tua Yosua pun memaafkan Eliezer.
Ayah Yosua mengatakan, ”Tidak ada orang yang menginginkan anaknya menjadi pembunuh dan tidak ada juga orang tua yang menginginkan anaknya dibunuh, kami memaafkan, tapi kita hidup di negara hukum, biarlah hukum yang memutuskan."
Balada dan Elegi di Persidangan Sambo
Dalam istilah kesusasteraan, kematian Yosua yang dibunuh ibarat sebuah elegi, semua bak syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian, sekaligus juga menggambarkan perasaan kehilangan.
Kematian Yosua adalah elegi yang bahkan tidak akan pernah selesai, terutama bagi orang tuanya yang kehilangan anaknya. Karena itu mereka mengikuti dengan seksama kasus persidangan Sambo, menunggu agar babak demi babak pertukaran pesan dari semua komponen yang terlibat dalam kematian anaknya dipastikan dihukum seberat-beratnya.
Alhasil, Eliezer pun meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) untuk menjadi justice collaborator, bekerja sama dengan penegak hukum menguak kebenaran di balik terbunuhnya Yosua.
Dukungan publik kepada Eliezer ditunjukkan di dunia maya dan dunia nyata. Para pendukung Eliezer memberikan motivasi baik langsung maupun tidak langsung agar Eliezer berkata jujur. Pada saat persidangan pertama saat menghadirkan orang tua Yosua, Eliezer bersimpuh sambil menangis meminta maaf kepada orang tua Yosua, dan Eliezer berjanji akan mengungkapkan kebenaran sepanjang peradilan berlangsung. Orang tua Yosua pun memaafkan Eliezer.
Ayah Yosua mengatakan, ”Tidak ada orang yang menginginkan anaknya menjadi pembunuh dan tidak ada juga orang tua yang menginginkan anaknya dibunuh, kami memaafkan, tapi kita hidup di negara hukum, biarlah hukum yang memutuskan."
Balada dan Elegi di Persidangan Sambo
Dalam istilah kesusasteraan, kematian Yosua yang dibunuh ibarat sebuah elegi, semua bak syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian, sekaligus juga menggambarkan perasaan kehilangan.
Kematian Yosua adalah elegi yang bahkan tidak akan pernah selesai, terutama bagi orang tuanya yang kehilangan anaknya. Karena itu mereka mengikuti dengan seksama kasus persidangan Sambo, menunggu agar babak demi babak pertukaran pesan dari semua komponen yang terlibat dalam kematian anaknya dipastikan dihukum seberat-beratnya.
Lihat Juga :