Cegah Kasus Penyanderaan Pilot oleh KKB, TNI AU Perketat Security Clearance
Jum'at, 10 Februari 2023 - 14:58 WIB
loading...
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menegaskan pihaknya kini memperketat monitoring kegiatan penerbangan, di Papua. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - TNI AU menanggapi kasus penyanderaan pilot Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Paro, Nduga, Papua. TNI AU kini meningkatkan monitoring dalam security clearance, sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bertanggung jawab dalam perizinan penerbangan di Papua.
Untuk diketahui, security clearance adalah izin tertulis yang dikeluarkan oleh Markas Besar Tentara Nasional Indonesia bagi pesawat udara asing tidak berjadwal untuk melintas dan/atau mendarat di wilayah Indonesia dalam kurun waktu tertentu dengan mempertimbangkan faktor keamanan.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menegaskan pihaknya kini memperketat monitoring kegiatan penerbangan, khususnya di Papua untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Baca juga: Pilot Pesawat Susi Air Disandera KKB Nduga Pimpinan Egianus Kogeya
"Untuk kegiatan penerbangan di Papua, Kemenhub selalu berkoordinasi dengan TNI AU. Perizinan oleh Kemenhub tetapi security clearance dari TNI dan kami berupaya untuk memonitor demi keselamatan baik penumpang dan juga crew," terang Fadjar saat jumpa pers di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU 2023, Jumat (10/2/2023).
Fadjar mengungkapkan, jajarannya kini melakukan monitoring ketat guna selain melindungi penumpang dan awak kru, itu dimaksudkan agar menjamin distribusi logistik di Papua. "Ini (juga) untuk menjamin berjalannya untuk pergeseran logistik dan personil di Papua," katanya.
Baca juga: Selamat! 22 Perwira TNI AD, AL, dan AU Pecah Bintang, Ini Nama-namanya
Untuk diketahui, security clearance adalah izin tertulis yang dikeluarkan oleh Markas Besar Tentara Nasional Indonesia bagi pesawat udara asing tidak berjadwal untuk melintas dan/atau mendarat di wilayah Indonesia dalam kurun waktu tertentu dengan mempertimbangkan faktor keamanan.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menegaskan pihaknya kini memperketat monitoring kegiatan penerbangan, khususnya di Papua untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Baca juga: Pilot Pesawat Susi Air Disandera KKB Nduga Pimpinan Egianus Kogeya
"Untuk kegiatan penerbangan di Papua, Kemenhub selalu berkoordinasi dengan TNI AU. Perizinan oleh Kemenhub tetapi security clearance dari TNI dan kami berupaya untuk memonitor demi keselamatan baik penumpang dan juga crew," terang Fadjar saat jumpa pers di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU 2023, Jumat (10/2/2023).
Fadjar mengungkapkan, jajarannya kini melakukan monitoring ketat guna selain melindungi penumpang dan awak kru, itu dimaksudkan agar menjamin distribusi logistik di Papua. "Ini (juga) untuk menjamin berjalannya untuk pergeseran logistik dan personil di Papua," katanya.
Baca juga: Selamat! 22 Perwira TNI AD, AL, dan AU Pecah Bintang, Ini Nama-namanya
Lihat Juga :