AHY Hadiri Harlah 1 Abad NU Disambut Warga Nahdliyin, Pengamat: Berkat Rajin Silaturahmi
Rabu, 08 Februari 2023 - 00:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia berpendapat, sangat bisa dipahami jika dari dulu AHY rajin sowan pada para kiai, silaturahmi ke pesantren-pesantren besar dan kecil, maupun ziarah makam-makam kiai maupun wali di seluruh Tanah Jawa. "Sambutan meriah dan spontan dari akar rumput NU, saat Mas AHY datang dan pulang, maupun sambutan dari para kiai, nyai maupun pengurus NU lainnya ketika Mas AHY di panggung, merupakan buah silaturahmi yang dijalin selama ini," kata Sufyanto yang pernah menjadi Ketua Bawasluda Jawa Timur periode awal ini.
Sementara itu, Dosen FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia Zaenal Budiyono mengamini perlunya AHY terus mempererat hubungan dengan NU melalui silaturahmi. Dia menjelaskan, survei LSI pada 2021 mengindikasikan basis massa NU berjumlah sekitar 108 juta, atau hampir sepertiga jumlah masyarakat Indonesia.
“Secara sosio-kultural, ekonomi maupun politik, NU merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Apalagi Mas AHY lahir dan besar dari lingkungan keluarga besar Pondok Pesantren Tremas, Pacitan," ujar Zaenal yang juga sebagai Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC-Asia) ini.
Baca: HT: NU Berkontribusi Besar Membangun Peradaban Indonesia
Dia pun mengingatkan bahwa mendekati NU tidak bisa instan. Sebab, kata dia, NU adalah organisasi masyarakat yang sudah berdiri bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, berperan sangat penting dalam sejarah perlawanan terhadap penjajah.
Sementara itu, Dosen FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia Zaenal Budiyono mengamini perlunya AHY terus mempererat hubungan dengan NU melalui silaturahmi. Dia menjelaskan, survei LSI pada 2021 mengindikasikan basis massa NU berjumlah sekitar 108 juta, atau hampir sepertiga jumlah masyarakat Indonesia.
“Secara sosio-kultural, ekonomi maupun politik, NU merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Apalagi Mas AHY lahir dan besar dari lingkungan keluarga besar Pondok Pesantren Tremas, Pacitan," ujar Zaenal yang juga sebagai Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC-Asia) ini.
Baca: HT: NU Berkontribusi Besar Membangun Peradaban Indonesia
Dia pun mengingatkan bahwa mendekati NU tidak bisa instan. Sebab, kata dia, NU adalah organisasi masyarakat yang sudah berdiri bahkan sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, berperan sangat penting dalam sejarah perlawanan terhadap penjajah.
Lihat Juga :