LP3ES: Big Data Tidak Bisa Jadi Acuan untuk Penundaan Pemilu
Minggu, 05 Februari 2023 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
"Proses perilaku baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Ada pemetaan, dan masyarakat sipil harus peduli. Akan ada banyak informasi bersilewaran, sehingga informasi dapat dimanfaatkan para pembajak demokrasi untuk mempertahankan status quo oligarki," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto menjelaskan, dalam struktur kekuasaan yang oligarkis, pihaknya khawatir Pemilu 2024 hanya akan menjadi ajang sirkulasi kekuasaan di antara elite oligarki yang memunggungi demokrasi di satu sisi.
Baca juga: Plt Ketum PPP Blak-blakan Bicara Peluang Penundaan Pemilu 2024: Fifty-fifty
"Sehingga hal ini mengabaikan warga negara dalam kebijakan-kebijakan mereka di sisi yang lain. Dengan demikian, pemilu hanya menjadi ritual yang tidak bermakna bagi upaya konsolidasi demokrasi di Indonesia," ujar Wijayanto.
Ia mengungkapkan ada masyarakat miskin yang lemah atau terfragmentasi akibat pengaruh dari strategi oligarki tersebut. "Kita harus memonitor percakapan publik. Informasi yang benar itu merupakan oksigen bagi demokrasi. Karena melalui informasi yang benar itu pejabat negara akan mengambil keputusan publik," ujarnya.
Wijayanto mengatakan, LP3ES sudah memantau ada wacana penundaan Pemilu sebagai kemunduran demokrasi. Sejumlah percakapan yang muncul jelang Pemilu 2024 yang menjadi sorotan masyarakat akhir-akhir ini adalah:
Sementara itu, Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto menjelaskan, dalam struktur kekuasaan yang oligarkis, pihaknya khawatir Pemilu 2024 hanya akan menjadi ajang sirkulasi kekuasaan di antara elite oligarki yang memunggungi demokrasi di satu sisi.
Baca juga: Plt Ketum PPP Blak-blakan Bicara Peluang Penundaan Pemilu 2024: Fifty-fifty
"Sehingga hal ini mengabaikan warga negara dalam kebijakan-kebijakan mereka di sisi yang lain. Dengan demikian, pemilu hanya menjadi ritual yang tidak bermakna bagi upaya konsolidasi demokrasi di Indonesia," ujar Wijayanto.
Ia mengungkapkan ada masyarakat miskin yang lemah atau terfragmentasi akibat pengaruh dari strategi oligarki tersebut. "Kita harus memonitor percakapan publik. Informasi yang benar itu merupakan oksigen bagi demokrasi. Karena melalui informasi yang benar itu pejabat negara akan mengambil keputusan publik," ujarnya.
Wijayanto mengatakan, LP3ES sudah memantau ada wacana penundaan Pemilu sebagai kemunduran demokrasi. Sejumlah percakapan yang muncul jelang Pemilu 2024 yang menjadi sorotan masyarakat akhir-akhir ini adalah:
Lihat Juga :