Menunggu Vonis Sambo
Jum'at, 03 Februari 2023 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Para hakim harus disadarkan bahwa vonis yang akan dijatuhkan kepada Sambo dan kelompoknya merupakan pertaruhan penegakan hukum di Indonesia. Masih bisakah pengadilan berpihak kepada pencari keadilan? Masih bisakah para wakil Tuhan di Bumi tersebut bekerja professional berdasarkan aturan hukum yang berlaku? Masih bisakah masyarakat menaruh kepercayaan terhadaap pengadilan?
Semua pertanyaan tersebut pantas diajukan publik karena memang selama ini banyak kasus di pengadilan yang bisa disebut kurang mendapatkan perlakuan yang adil. Intinya, hukum lebih tajam ke bawah dan tumpul ke atas, masih sering ditemui dalam peradilan kita.
Tengok saja bagaimana para penegak hukum kita menangani kasus korupsi. banyak para koruptor yang seharusnya pantas diganjar dengan hukuman maksimal namun hanya divonis ringan. Wajar kalau masyarakat lagi-lagi sangat skeptis terhadap peradilan di Indonesia. sementara banyak kasus remeh temeh, terdakwanya mendapat hukuman yang cukup berat.
Selain itu, dengan banyaknya jumlah hakim yang terjerat kasus hukum membuktikan pengadilan kita memang belum ‘’bersih’’. Seperti kita tahu, banyak hakim ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat suap. Meskipun masalah Sambo bukan kasus korupsi, namun potensi dalam setiap pengadilan memiliki kemungkinan yang sama besar.
Potensi godaan dan intimidasi yang dihadapi hakim dalam menangani kasus selalu ada, apalagi kasus Sambo yang notabene menyangkut orang cukup berpengaruh meskipun yang bersangkutan sudah tidak menjabat lagi di institusi Polri.
Karena itu, para hakim yang menangani kasus Sambo harus sadar benar bahwa kiprahnya sedang diawasi oleh publik. Hasil putusannya nanti sangat menentukan citra penegak hukum. Tentu bukan hal yang mudah bagi hakim untuk memuaskan semua pihak. Karena tidak ada yang meragukan besarnya tekanan yang dihadapi para hakim dalam kasus Sambo ini. Di satu sisi, hakim harus merujuk pada bukti-bukti yang tersedia di persidangan. Di sisi lain, hakim dituntut juga untuk memenuhi ekspektasi rasa keadilan publik.
Semua pertanyaan tersebut pantas diajukan publik karena memang selama ini banyak kasus di pengadilan yang bisa disebut kurang mendapatkan perlakuan yang adil. Intinya, hukum lebih tajam ke bawah dan tumpul ke atas, masih sering ditemui dalam peradilan kita.
Tengok saja bagaimana para penegak hukum kita menangani kasus korupsi. banyak para koruptor yang seharusnya pantas diganjar dengan hukuman maksimal namun hanya divonis ringan. Wajar kalau masyarakat lagi-lagi sangat skeptis terhadap peradilan di Indonesia. sementara banyak kasus remeh temeh, terdakwanya mendapat hukuman yang cukup berat.
Selain itu, dengan banyaknya jumlah hakim yang terjerat kasus hukum membuktikan pengadilan kita memang belum ‘’bersih’’. Seperti kita tahu, banyak hakim ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat suap. Meskipun masalah Sambo bukan kasus korupsi, namun potensi dalam setiap pengadilan memiliki kemungkinan yang sama besar.
Potensi godaan dan intimidasi yang dihadapi hakim dalam menangani kasus selalu ada, apalagi kasus Sambo yang notabene menyangkut orang cukup berpengaruh meskipun yang bersangkutan sudah tidak menjabat lagi di institusi Polri.
Karena itu, para hakim yang menangani kasus Sambo harus sadar benar bahwa kiprahnya sedang diawasi oleh publik. Hasil putusannya nanti sangat menentukan citra penegak hukum. Tentu bukan hal yang mudah bagi hakim untuk memuaskan semua pihak. Karena tidak ada yang meragukan besarnya tekanan yang dihadapi para hakim dalam kasus Sambo ini. Di satu sisi, hakim harus merujuk pada bukti-bukti yang tersedia di persidangan. Di sisi lain, hakim dituntut juga untuk memenuhi ekspektasi rasa keadilan publik.
Lihat Juga :