PDIP Ngaku Tak Cocok Berkoalisi dengan Parpol yang Suka Impor
Jum'at, 03 Februari 2023 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, PDIP selalu bekerja sama dengan parpol lain sebagai spirit Pancasila. “Namun melihat momentum, ada kesesuaian ideologi, platform, desain terhadap masa depan, cara pandang masa depan," katanya
"Kalau legislatif kita sendiri, kalau Presiden untuk memastikan agar syarat-syarat 50 persen plus satu baik di dalam pilpres maupun di dalam parlemen itu bisa dipenuhi sebaik-baiknya. Ke arah sana dialog partai politik itu dilakukan. Tetapi momentum saat ini bergerak ke bawah," pungkasnya.
Diketahui, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Kemudian, Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
Selain itu, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat menjajaki sebuah koalisi yang disebut Koalisi Perubahan. Tiga parpol ini mengusung Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024.
"Kalau legislatif kita sendiri, kalau Presiden untuk memastikan agar syarat-syarat 50 persen plus satu baik di dalam pilpres maupun di dalam parlemen itu bisa dipenuhi sebaik-baiknya. Ke arah sana dialog partai politik itu dilakukan. Tetapi momentum saat ini bergerak ke bawah," pungkasnya.
Diketahui, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Kemudian, Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
Selain itu, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat menjajaki sebuah koalisi yang disebut Koalisi Perubahan. Tiga parpol ini mengusung Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024.
(rca)
Lihat Juga :