Mengubah Watak Kampungan Suporter Sepak Bola
Kamis, 02 Februari 2023 - 16:52 WIB
loading...
Kemajuan sepakbola Indonesia juga sangat ditentukan oleh kedewasaan suporter, yakni mampu berlaku disiplin, tertib, dan tidak menimbulkan keonaran, terutama saat tim yang didukung kalah. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
BUTUH kerja sama dari para pemimpin suporter, manajer klub, dan pemimpin klub untuk menciptakan keamanan di setiap pertandingan sepak bola. Pernyataan yang disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bukan berasal dari ruang kosong, melainkan cerminan keprihatinannya atas ulah sebagian suporter sepak bola Tanah Air yang tidak beranjak dari perilaku bar-bar yang mereka tunjukkan selama ini.
Baca berita lain di e-paper koran-sindo.com
Berbagai sanksi yang dijatuhkan kepada mereka, termasuk pada tragedi Kanjuruhan di Malang, 24 Oktober -yang menewaskan 135 orang dan 583 orang lainnya cedera- seolah hanya angin lalu yang tidak pernah menjadi pelajaran dan bahan evaluasi untuk membentuk kultur baru suporter yang beradab.
Realitas demikian bisa dilihat dari munculnya sejumlah insinden semenjak Liga Indonesia musim 2022-2023 kembali bergulir pasca-tragedi Kanjuruhan. Insinden dimaksud antara lain pelemparan bus suporter oleh suporter lawan. Bukan hanya pada momen pertandingan Arema FC versus Persis Solo, tapi juga kala laga internasional yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Timnas Thailand di fase grup Piala AFF 2022 pada Desember lalu yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Atas insinden tersebut, memang Polisi telah bertindak dengan menetapkan tujuh orang suporter yang berulah usai laga Persita Tangerang Vs Persis Solo sebagai tersangka.
Baca berita lain di e-paper koran-sindo.com
Berbagai sanksi yang dijatuhkan kepada mereka, termasuk pada tragedi Kanjuruhan di Malang, 24 Oktober -yang menewaskan 135 orang dan 583 orang lainnya cedera- seolah hanya angin lalu yang tidak pernah menjadi pelajaran dan bahan evaluasi untuk membentuk kultur baru suporter yang beradab.
Realitas demikian bisa dilihat dari munculnya sejumlah insinden semenjak Liga Indonesia musim 2022-2023 kembali bergulir pasca-tragedi Kanjuruhan. Insinden dimaksud antara lain pelemparan bus suporter oleh suporter lawan. Bukan hanya pada momen pertandingan Arema FC versus Persis Solo, tapi juga kala laga internasional yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Timnas Thailand di fase grup Piala AFF 2022 pada Desember lalu yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Atas insinden tersebut, memang Polisi telah bertindak dengan menetapkan tujuh orang suporter yang berulah usai laga Persita Tangerang Vs Persis Solo sebagai tersangka.
Lihat Juga :