Berikut Sejumlah Penyebab Tumbuhnya Politik Dinasti
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk DPRD Provinsi Jawa Barat, ada nama Ade Puspita Sari yang merupakan anak kandung RE. Sementara untuk DPRD Kota Bekasi, ada Solecha (adik), Syafei (sepupu) dan Rahmawati (keponakan), maju sebagai caleg. Semuanya maju lewat partai yang sama, yakni Partai Golkar," sambungnya.
(Baca juga: Pilkada Sragen, Demokrat Tepis Isu Politik Dinasti)
Sekadar diketahui, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencatat ada delapan dari sembilan partai politik yang lolos ke parlemen menyumbang 48 legislator yang memiliki hubungan kekerabatan dengan politikus atau pejabat negara lainnya, yaitu 10 legislator dari PDIP, 9 legislator dari Partai Golkar, 8 legislator dari Partai Nasdem, 6 legislator dari Partai Demokrat, 5 legislator dari Gerindra, lima legislator PAN, 3 legislator PKS dan 2 legislator PKB.
"Politik Dinasti di DPR tumbuh subur, data awal dari Formappi ada sekitar 48 legislator. Akan tetapi, saya berkeyakinan bisa lebih dari data tersebut yang belum teridentifikasi terkait dengan politik dinasti. Selagi politik dinasti masih menggurita, saya agak pesimis dengan kualitas, profesionalitas dan kemampuan sang legislator dalam menjalankan tugas sebagai wakil atau penyambung lidah rakyat. Jangan sampai menjadi penyambung lidah dinasti keluarganya," kata Andriadi.
Dia mengakui, sangat sulit untuk memutus mata rantai politik dinasti walaupun telah berada di alam demokrasi, dikarenakan terkait dengan trah atau kehormatan keturunan keluarga. Bagaikan di alam kerajaan, seorang raja atau ratu akan mempersiapkan putra mahkota (pangeran atau putri) untuk meneruskan kehormatan kerajaan sebagai Raja atau Ratu.
(Baca juga: Pilkada Sragen, Demokrat Tepis Isu Politik Dinasti)
Sekadar diketahui, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencatat ada delapan dari sembilan partai politik yang lolos ke parlemen menyumbang 48 legislator yang memiliki hubungan kekerabatan dengan politikus atau pejabat negara lainnya, yaitu 10 legislator dari PDIP, 9 legislator dari Partai Golkar, 8 legislator dari Partai Nasdem, 6 legislator dari Partai Demokrat, 5 legislator dari Gerindra, lima legislator PAN, 3 legislator PKS dan 2 legislator PKB.
"Politik Dinasti di DPR tumbuh subur, data awal dari Formappi ada sekitar 48 legislator. Akan tetapi, saya berkeyakinan bisa lebih dari data tersebut yang belum teridentifikasi terkait dengan politik dinasti. Selagi politik dinasti masih menggurita, saya agak pesimis dengan kualitas, profesionalitas dan kemampuan sang legislator dalam menjalankan tugas sebagai wakil atau penyambung lidah rakyat. Jangan sampai menjadi penyambung lidah dinasti keluarganya," kata Andriadi.
Dia mengakui, sangat sulit untuk memutus mata rantai politik dinasti walaupun telah berada di alam demokrasi, dikarenakan terkait dengan trah atau kehormatan keturunan keluarga. Bagaikan di alam kerajaan, seorang raja atau ratu akan mempersiapkan putra mahkota (pangeran atau putri) untuk meneruskan kehormatan kerajaan sebagai Raja atau Ratu.
Lihat Juga :