PDIP Sebut Sistem Proporsional Terbuka Mereduksi Kepercayaan Masyarakat terhadap Parpol
Kamis, 26 Januari 2023 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Pengamat Politik dari Indikator Politik Dr Burhanuddin Muhtadi menjelaskan tentang party id yang drop itu ada kaitannya dengan hilangnya sistem proporsional tertutup. Saat sistem pemilu kita masih proporsional tertutup tahun 1999, party id masih di atas 80%. Tapi ketika proporsional terbuka diperkenalkan tahun 2009, tingkat kedekatan partai dengan pemilih drop sampai 20%-an.
“Pertanyaannya kenapa? Karena dalam proporsional tertutup itu yang bertarung adalah partai, karena orang nyoblos partai. Tapi dalam sistem proporsional terbuka, itu aktor atau pemainnya bukan hanya partai, tapi caleg-calegnya pun bertarung. Dan ketika para caleg bertarung, tidak ada insentif untuk mempromosikan ideologi partai,” urai Burhan.
“Kenapa? Karena caleg dalam satu partai pun bertarung satu sama lain. Yang terjadi adalah kapitalisasi. Uang menjadi sangat penting untuk membedakan antara satu caleg dengan caleg lainnya dalam satu partai. Akhirnya orang tak bicara platform partai. Itu yang membuat publik makin jauh dengan ideologi partai,” sambungnya.
Karena sistem proporsional tertutup juga ada kelemahannya, Burhan menawarkan mix proporsional system, yakni satu formula dimana kelebihan proporsional tertutup dan kelebihan proporsional terbuka disatukan.
Dia merinci model Jerman yang punya 299 dapil. Setiap pemilih diberi dua kertas suara. Satu untuk memilih partai dan satu kertas untuk memilih caleg.
“Pertanyaannya kenapa? Karena dalam proporsional tertutup itu yang bertarung adalah partai, karena orang nyoblos partai. Tapi dalam sistem proporsional terbuka, itu aktor atau pemainnya bukan hanya partai, tapi caleg-calegnya pun bertarung. Dan ketika para caleg bertarung, tidak ada insentif untuk mempromosikan ideologi partai,” urai Burhan.
“Kenapa? Karena caleg dalam satu partai pun bertarung satu sama lain. Yang terjadi adalah kapitalisasi. Uang menjadi sangat penting untuk membedakan antara satu caleg dengan caleg lainnya dalam satu partai. Akhirnya orang tak bicara platform partai. Itu yang membuat publik makin jauh dengan ideologi partai,” sambungnya.
Karena sistem proporsional tertutup juga ada kelemahannya, Burhan menawarkan mix proporsional system, yakni satu formula dimana kelebihan proporsional tertutup dan kelebihan proporsional terbuka disatukan.
Dia merinci model Jerman yang punya 299 dapil. Setiap pemilih diberi dua kertas suara. Satu untuk memilih partai dan satu kertas untuk memilih caleg.
Lihat Juga :