Muhammadiyah: Politisi Swedia Pembakar Al-Qur'an Tak Boleh Injakkan Kaki di Indonesia
Senin, 23 Januari 2023 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, nama politisi asal Swedia, Rasmus Paludan menjadi perbincangan panas di negara-negara muslim di dunia. Sebab, Ia dengan lantang membakar salinan kitab suci Al-Qur’an di depan Gedung Kedutaan Turki di Stockholm pada Jumat lalu.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur Rozi juga mengecam tindakan Romus Poludan. "Kita mengecam keras dan mengutuk tindakan brutal itu, pembakaran Al-Qur’an merupakan tindakan penistaan terhadap kitab suci dan melukai serta menodai toleransi umat beragama di dunia," kata Gus Fahrur.
Senada, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis mengutuk aksi pembakaran salinan Al-Qur'an oleh politisi anti-Islam, Rasmus Paludan. Menurut Cholil Nafis, aksi tersebut menunjukkan bahwa masih terjadi Islamophobia di Denmark.
Yang membuat geram adalah aksi itu tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh dunia. "Di Denmark ini masih banyak yg phobia akut kpd Islam. Dan, yg seperti ini tak dianggap pelanggaran HAM oleh dunia. Saya mengutuk orang seperti ini dan mudah2-an mereka dikutuk oleh Allah," tulis Cholil Nafis di akun Twitternya.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur Rozi juga mengecam tindakan Romus Poludan. "Kita mengecam keras dan mengutuk tindakan brutal itu, pembakaran Al-Qur’an merupakan tindakan penistaan terhadap kitab suci dan melukai serta menodai toleransi umat beragama di dunia," kata Gus Fahrur.
Senada, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis mengutuk aksi pembakaran salinan Al-Qur'an oleh politisi anti-Islam, Rasmus Paludan. Menurut Cholil Nafis, aksi tersebut menunjukkan bahwa masih terjadi Islamophobia di Denmark.
Yang membuat geram adalah aksi itu tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh dunia. "Di Denmark ini masih banyak yg phobia akut kpd Islam. Dan, yg seperti ini tak dianggap pelanggaran HAM oleh dunia. Saya mengutuk orang seperti ini dan mudah2-an mereka dikutuk oleh Allah," tulis Cholil Nafis di akun Twitternya.
(cip)
Lihat Juga :