Kemendagri Dukung Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan di Daerah

Jum'at, 20 Januari 2023 - 19:48 WIB
loading...
Kemendagri Dukung Penguatan...
Rapat Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat dalam Rangka Penguatan Ideologi Kebangsaan dan Wawasan Kebangsaan di Aula Pertemuan Badan Kesbangpol Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (20/1/2023). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat hingga saat ini ada sebanyak 514.656 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia. Keberadaan mereka perlu dikelola dan didukung sesuai dengan bidangnya.

Hal ini diungkapkan Analis Kebijakan Ahli Madya Subdit Kemitraan dan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, Prayogo Hari Cahyono dalam Rapat Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat dalam Rangka Penguatan Ideologi Kebangsaan dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan hasil kerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini digelar di Aula Pertemuan Badan Kesbangpol Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (20/1/2023).

"Kemendagri sebagai panitia seleksi akan melakukan verifikasi data bagi pengurus ormas yang ikut menjadi peserta pendidikan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan oleh Lemhannas hari ini," ujar Prayogo yang hadir mewakili Direktur Organisasi Kemasyarakat, Ditjen Politik dan PUM Kemendagri, Risnandar Mahiwa.

Menurutnya, Kemendagri sebagai pembina ormas yang terdaftar di pemerintah telah melakukan pemberdayaan. Salah satunya menjalin kemitraan dengan mendukung kegiatan ormas sesuai bidangnya.

Tenaga Ahli Profesional Bidang Sosial Budaya dan Politik Dalam Negeri Lemhannas Gusnar Ismail mengharapkan ormas menjalin komunikasi dengan pemerintah, baik di pusat, daerah, dan Bakesbangpol. "Tentu dengan tidak menghilangkan kritik membangun untuk keberhasilan dalam pembangunan nasional dan demokrasi sesuai Pancasila," katanya.

Divisi Hukum dan Sengketa Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, M Ramli memaparkan, hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Kaltim mendapat urutan ke-5 terbesar di Indonesia. Ini merupakan peringatan bagi semua pihak terkait, sehingga adanya upaya maksimal dapat menyelesaikan masalah-masalah sejak dini.

"Kerawanan Pemilu disebabkan antara lain karena banyaknya petahana yang melakukan kampanye terselubung dan hal lain karena teknis pendidikan pemilih masih terbatas. Antisipasi kerawanan pemilu dapat dilakukan salah satunya dengan sinergitas ormas untuk mengawasi jalannya pemilu sehingga berjalan kondusif," kata Ramli.

Kepala KPU Provinsi Kalimantan Timur, Rusdiansyah menjelaskan pentingnya penguatan ideologi kebangsaan dan wawasan kebangsaan dalam menyukseskan Pemilu serentak 2024. Ia pun berharap ormas berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi mengenai tahapan, jadwal, dan program pemilihan.

"Meningkatkan pengetahuan pemahaman kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam memilih, meningkatkan partisipasi dalam pemilihan di daerah masing-masing," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Timur, Sufian Agus yang membuka acara menjelaskan, tantangan besar bangsa Indonesia, bukan hanya mempertahankan kelangsungan hidup yang berdaulat, tapi mewujudkan NKRI menjadi negara yang lebih maju.

"Kehadiran seluruh elemen bangsa ikut berperan dalam kemajuan pembangunan nasional, termasuk eksistensi ormas sebagai wadah berserikat berkumpul. Ormas merupakan potensi kolektif yang harus dikelola sehingga tetap menjadi energi positif dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Rekomendasi
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved