Pengamat: Ada Kesan Jokowi Mulai Tonjolkan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:10 WIB
loading...
Pengamat: Ada Kesan...
Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti merasakan ada kesan penunjukkan Menhan Prabowo menjadi ketua ketahanan pangan nasional oleh Presiden Jokowi untuk mengerek popularitas Prabowo. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menyatakan, jika ada babak baru pentas politik nasional di tengah wabah COVID-19 ini, maka itu adalah makin akrab dan mesranya Presiden Jokowi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto .

"Bukan saja akrab secara personal berupa makin saling memahaminya kedua tokoh ini secara personal, juga makin padu dan baiknya jalinan politik keduanya," kata Ray kepada SINDOnews, Selasa (14/7/2020).

Bukan tanpa sengaja misalnya, kata Ray, cara Jokowi memberi amanah tambahan bagi Prabowo. Yakni menjadi ketua ketahanan pangan nasional. Amanah ini sekaligus mengkordinir setidaknya tiga kementerian: kementerian BUMN, kementerian pertanian, dan kementerian PUPR. Tentu saja, pengalaman Prabowo yang pernah jadi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia salah satu alasan mengapa jabatan ini diembankan kepada beliau.(Baca juga: Jokowi Beberkan Alasan Tunjuk Prabowo Urus Lumbung Pangan )

Selain itu, lanjut dia, tugas baru ini membuat asumsi bahwa ketahanan pangan bagian dari pertahanan nasional di mana Menteri Pertahanannya adalah Prabowo, juga jadi dasar jabatan ini diemban oleh mantan Danjen Kopassus tersebut.

"Tapi, di luar kelayakan argumen itu, pilihan ini tak lepas dari jalinan makin dekatnya hubungan personal Jokowi dengan Prabowo. Ada kesan kuat, Jokowi mulai menonjolkan Prabowo. Masuk ke sektor yang berhubungan langsung langsung dengan kebutuhan publik," tutur dia.

Bahkan, sambung Ray, kebutuhan sangat strategis yakni menyangkut kebutuhan pangan masyarakat. Dengan sendirinya, jabatan baru ini akan menarik Prabowo ke persoalan harian masyarakat. Membuat Prabowo bahkan akan bisa tampil tiap hari untuk menjelaskan langkah atau tindakan pemerintah dalam menghadapai ancaman kelangkaan pangan nasional.

Menurut dia, bila hasilnya memadai, secara otomatis akan menaikan popularitas Prabowo. Dan, tentu saja, jika sebaliknya, akan juga dapat memudarkan namanya di pentas politik nasional di hari-hari ke depan. Jokowi dan Prabowo sama-sama melihat bahwa jabatan menhan memang bergengsi, tapi tidak populer, sehingga pengalaman 6 bulan terakhir ini menegaskan itu keakraban keduanya di pentas politik.

Mantan aktivis 98 asal UIN Jakarta ini menganggap, nama Prabowo redup sekali pun tidak jatuh. Popularitas dan elektabilitasnya hanya berkutat di angka 20%. Sementara pesaingnya, yang lebih muda, popularitas dan elektabilitasnya tampak cukup dinamis. (Baca juga: Prabowo Urusi Cadangan Pangan, Pengamat: Berpotensi Mengulang Masa Orba )

"Maka, Prabowo membutuhkan jabatan yang bukan saja strategis atau bergengsi tapi juga memberi dampak pada popularitas. Saya kira, jabatan ini bagian dari upaya mendongkrak kembali popularitas Prabowo oleh Pak Jokowi. Jadi, kita tunggu langkah apa saja yang akan dilakukan oleh Pak Prabowo ke depan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Kursi Suporter Kosong...
Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved