Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Diharapkan Berani Bicara
Selasa, 17 Januari 2023 - 16:02 WIB
Itha G Schneider. Foto/Istimewa
Perempuan yang kini menetap di New York itu juga menceritakan tentang bagaimana dirinya berjuang untuk bangkit dari trauma KDRT dan stigma negatif status janda usai bercerai hingga memantapkan diri untuk hijrah ke negeri Paman Sam.
Tak hanya itu, buku ini juga mengisahkan romantika Itha yang berhasil melawan trauma masa lalu dan resmi menikah kembali pada tahun 2001.
"Saya pernah dipukul di bagian pelipis mata saya, saat saya hamil anak kedua dan menggendong anak pertama saya. Ada yang datang ke saya nagih utang karena suami saya kalah judi," tutur Itha yang mengkisahkannya dalam buku tersebut.
Itha berharap melalui buku yang ia tulis, kisahnya bisa menjadi inspirasi dan kekuatan bagi korban KDRT di manapun berada. "Semua korban KDRT khususnya kaum perempuan harus berani bersuara dan meraih mimpi," tutupnya.
Perempuan yang kini menetap di New York itu juga menceritakan tentang bagaimana dirinya berjuang untuk bangkit dari trauma KDRT dan stigma negatif status janda usai bercerai hingga memantapkan diri untuk hijrah ke negeri Paman Sam.
Tak hanya itu, buku ini juga mengisahkan romantika Itha yang berhasil melawan trauma masa lalu dan resmi menikah kembali pada tahun 2001.
"Saya pernah dipukul di bagian pelipis mata saya, saat saya hamil anak kedua dan menggendong anak pertama saya. Ada yang datang ke saya nagih utang karena suami saya kalah judi," tutur Itha yang mengkisahkannya dalam buku tersebut.
Itha berharap melalui buku yang ia tulis, kisahnya bisa menjadi inspirasi dan kekuatan bagi korban KDRT di manapun berada. "Semua korban KDRT khususnya kaum perempuan harus berani bersuara dan meraih mimpi," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :