Wasekjen Golkar: Proporsional Tertutup Kemunduran Demokrasi

Jum'at, 13 Januari 2023 - 17:21 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Derek Loupatty menegaskan partainya menolak sistem pemilu proporsional tertutup. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Derek Loupatty menegaskan partainya menolak sistem pemilu proporsional tertutup. Sebab, hal tersebut dapat menyebabkan kemunduran demokrasi.

Untuk itu, pihaknya menjadi inisiator delapan partai di parlemen ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menjadi pihak terkait yang menolak sistem proporsional tertutup. "Demokrasi negara maju itu demokrasi terbuka," kata Derek di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (13/1/2022).



"Mari kita memajukan demokrasi bukan memundurkan demokrasi hanya karena kepentingan, satu dua kelompok tapi negara berdemokrasi adalah negara yang memberikan ruang bagi rakyat berkompetisi," sambungnya.

Baca juga: Golkar Inisiator Pertemuan Parpol Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Airlangga: Kepentingan Bersama

Menurut Derek, sistem proporsional terbuka merupakan harapan bagi generasi muda. Ia pun berharap agar proporsional tertutup tidak kembali lagi.

"Kalau sistem ini kembali, kami sebagai generasi muda terutama akan menjadi antrean panjang. Untuk itu sistem terbuka bagi kami adalah harapan, bukan saja bagi kami, kami yakin (bagi) seluruh teman-teman kami yang selama ini sudah berproses," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!