Waketum MUI: Hidup Harmonis di Tengah Keberagaman Bagian dari Muamalah
Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:41 WIB
Kiai Marsudi yakin Indonesia akan damai dan nyaman jika kehidupan masyarakatnya tertib. Karena itu, Kiai Marsudi berharap menjelang Natal, Tahun Baru, dan tahun politik, tidak ada pelanggaran seperti menyebar hoaks maupun larangan lainnya.
"Kita harus bersyukur karena Indonesia adalah negara civilized yang beradab. Lihat bagaimana negara lain yang perang dengan kaumnya sendiri. Maka inilah pentingnya kita diskusi, ada ruang bersama antarsesama umat beragama agar saling memaafkan. Jadikanlah Indonesia sebagai rumah besar," katanya.
MUI juga meminta para kiai, ustaz, dari pusat hingga kampung, untuk menyebarkan kepada masyarakat luas ajaran mengenai hak-hak bertetangga, berbangsa, berkeluarga, dan berteman. "Hari ini kita menghormati Natalan. Bertetangga saja perlu saling menghormati. Karena itulah, pentingnya kita menjaga perilaku sehari-hari atau muamalah, agar sama-sama nyaman," katanya.
Terkait ucapan selamat Natal, kata Marsudi, ada yang berpendapat boleh dan ada pula yang melarangnya. Menurutnya, tidak ada persoalan dalam perbedaan pendapat itu, karena yang penting adalah saling menghormati, menjaga harmonisasi, dan tanpa saling menuntut. "Kita cari rahmahnya (kenyamanan hati) bukan menggali perbedaan dengan mengungkit-ungkit keburukan. Jaga yang baik-baik dalam hidup satu sama lain," katanya.
Kiai Marsudi juga mengingatkan tentang ajaran Nabi Muhammad SAW tentang silaturahmi yang bisa menambah rezeki. Menurutnya, silaturahmi tidak dibatasi oleh agama tertentu.
"Kita harus bersyukur karena Indonesia adalah negara civilized yang beradab. Lihat bagaimana negara lain yang perang dengan kaumnya sendiri. Maka inilah pentingnya kita diskusi, ada ruang bersama antarsesama umat beragama agar saling memaafkan. Jadikanlah Indonesia sebagai rumah besar," katanya.
MUI juga meminta para kiai, ustaz, dari pusat hingga kampung, untuk menyebarkan kepada masyarakat luas ajaran mengenai hak-hak bertetangga, berbangsa, berkeluarga, dan berteman. "Hari ini kita menghormati Natalan. Bertetangga saja perlu saling menghormati. Karena itulah, pentingnya kita menjaga perilaku sehari-hari atau muamalah, agar sama-sama nyaman," katanya.
Terkait ucapan selamat Natal, kata Marsudi, ada yang berpendapat boleh dan ada pula yang melarangnya. Menurutnya, tidak ada persoalan dalam perbedaan pendapat itu, karena yang penting adalah saling menghormati, menjaga harmonisasi, dan tanpa saling menuntut. "Kita cari rahmahnya (kenyamanan hati) bukan menggali perbedaan dengan mengungkit-ungkit keburukan. Jaga yang baik-baik dalam hidup satu sama lain," katanya.
Kiai Marsudi juga mengingatkan tentang ajaran Nabi Muhammad SAW tentang silaturahmi yang bisa menambah rezeki. Menurutnya, silaturahmi tidak dibatasi oleh agama tertentu.
Lihat Juga :