Bedah Buku Soekarno-Hatta, Sejarawan: Anak Muda Indonesia Jangan Minder di Hadapan Asing

Rabu, 21 Desember 2022 - 17:52 WIB
"Bung Karno bilang, asimilasi total dan integrasi sama baiknya. Karena yang penting adalah bersatu membebaskan Indonesia dari rasialisme yang merupakan warisan dari kolonialisme itu. Dari berbagai temuan riset saya, Bung Karno itu mengutamakan harmoni. Walaupun tahun 1965 bisa bertahan mempertahankan kekuasaannya, Bung Karno memilih mengalah demi keutuhan bangsa Indonesia," katanya.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung soal Pasal 33 UUD 1944 yang merupakan muara pemikiran Soekarno-Hatta, bahwa bumi, tanah, air dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk rakyat. Sebelum membacakan Teks Proklamasi, Bung Karno berpidato singkat yang ujung-ujungnya adalah kini tiba saatnya kita sebagai bangsa untuk berani meletakkan nasib bangsa dan tanah air di tangan kita sendiri.

Hasto juga mengkritik situasi saat ini yang terbuka pada kepentingan asing. Hal ini berarti memutarbalikkan mental penjajahan kembali eksis. Ketika elite lebih percaya pada asing dibanding bangsa sendiri, termasuk peneliti, artinya pejabat tersebut melarutkan diri dalam kepentingan-kepentingan dan menjadi aktor dari asing tersebut.

"Itulah maka harus kita bangun rasa percaya diri. Apa yang saya sampaikan bukan sikap antiasing, tapi serap sehebat-hebatnya iptek mereka, bagi kemajuan bangsa. Sebab tidak ada bangsa maju tanpa sistem pendidikannya maju," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!