Jokowi Sebut Reshuffle, Pengamat: Peringatan agar Menteri Perbaiki Kinerja
Jum'at, 10 Juli 2020 - 22:56 WIB
Tapi diakui Edison, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden untuk mengganti kabinet. "Jangan kita percayai informasi yang beredar sehingga bisa menimbulkan kegaduhah. Membuat para menteri bekerja tidak maksimal dan orang atau pribadi yang namanya diwacanakan menjadi baper (bawa perasaan-red). Apalagi dimasa Pendemi ini. Kita semuanya harus fokus untuk menghadapi pandemi Covid-19 dengan segala konsekuensinya," kata Edison.
Termasuk menurut dia, munculnya nama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang digadang-gadang bakal jadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Isu itu pun kemudian memunculkan wacana penolakan dari sejumlah pihak. Edison menilai, itulah yang disebut baper.
"Bagi saya wacana ini juga membuat banyak orang menjadi baper. Padahal ini informasi tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait nama-nama menteri itu, kecuali sudah ada pengumunan resmi dari Istana. Bahwa inilah nama-nama yang akan diseleksi untuk mengisi jabatan menteri ketika di-reshuffle kabinet," ungkapnya.
"Baru kita akan tahu, apakah benar nama Ahok masuk dalam nama-nama yang akan diseleksi untuk menjadi menteri. Terkait dengan penolakan orang, lembaga dan kelompok, bagi saya itu wajar saja. Tetapi Ahok juga punya hak sebagai warga negara untuk menjadi apapun di NKRI sepanjang tidak melanggar aturan main di negeri ini," pungkasnya.
Termasuk menurut dia, munculnya nama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang digadang-gadang bakal jadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Isu itu pun kemudian memunculkan wacana penolakan dari sejumlah pihak. Edison menilai, itulah yang disebut baper.
"Bagi saya wacana ini juga membuat banyak orang menjadi baper. Padahal ini informasi tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait nama-nama menteri itu, kecuali sudah ada pengumunan resmi dari Istana. Bahwa inilah nama-nama yang akan diseleksi untuk mengisi jabatan menteri ketika di-reshuffle kabinet," ungkapnya.
"Baru kita akan tahu, apakah benar nama Ahok masuk dalam nama-nama yang akan diseleksi untuk menjadi menteri. Terkait dengan penolakan orang, lembaga dan kelompok, bagi saya itu wajar saja. Tetapi Ahok juga punya hak sebagai warga negara untuk menjadi apapun di NKRI sepanjang tidak melanggar aturan main di negeri ini," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :