Kasus Covid-19 Meningkat, Kiai Said: Patuhi Protokol Kesehatan
Jum'at, 10 Juli 2020 - 16:04 WIB
Kiai Said menyebut Covid-19 bagaikan malaikat pencabut nyawa bagi para kelompok rentan, lanjut usia dan orang dengan penyakit komorbid. “Karena Covid-19 ini ibaratnya bagaikan malaikat pencabut nyawa bagi kelompok yang rentan. Seperti yang berusia lanjut, lanjut usia atau yang sudah mempunyai penyakit akut, jantung, paru-paru diabetes, hipertensi,” katanya. (Baca juga: Mayoritas Pasien COVID-19 Klaster Secapa AD Bandung Tak Bergejala)
Menurut dia, semua itu merupakan penyakit bawaan yang mudah sekali terpapar Covid-19. ”Sangat-sangat rentan. Boleh dibilang 85% meninggal dunia akibat penyakit yang sudah akut dan terserang terpapar oleh Covid-19,” jelasnya.
Bahkan, Kiai Said menegaskan menaati protokol kesehatan wajib hukumnya terutama bagi warga Nahdlatul Ulama. “Oleh karena itu, sekali lagi saya mengimbau, saya berani mengatakan wajib hukumnya, terutama bagi warga Nahdlatul Ulama wajib hukumnya mengikuti protokol kesehatan untuk menyelamatkan diri kita dan menyelamatkan orang lain,” tegasnya.
Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Kiai Said mengatakan, La dharara wala dhirar yang artinya tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. ”Allah berfirman dalam Alquran, La tulku bi aidikum ila tahlukah, kamu jangan menjerumuskan masyarakat ke dalam jurang kecelakaan,” tambah Kiai Said.
Menurut dia, semua itu merupakan penyakit bawaan yang mudah sekali terpapar Covid-19. ”Sangat-sangat rentan. Boleh dibilang 85% meninggal dunia akibat penyakit yang sudah akut dan terserang terpapar oleh Covid-19,” jelasnya.
Bahkan, Kiai Said menegaskan menaati protokol kesehatan wajib hukumnya terutama bagi warga Nahdlatul Ulama. “Oleh karena itu, sekali lagi saya mengimbau, saya berani mengatakan wajib hukumnya, terutama bagi warga Nahdlatul Ulama wajib hukumnya mengikuti protokol kesehatan untuk menyelamatkan diri kita dan menyelamatkan orang lain,” tegasnya.
Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Kiai Said mengatakan, La dharara wala dhirar yang artinya tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. ”Allah berfirman dalam Alquran, La tulku bi aidikum ila tahlukah, kamu jangan menjerumuskan masyarakat ke dalam jurang kecelakaan,” tambah Kiai Said.
(cip)
Lihat Juga :