Forum Nasional Stunting 2022, Wapres Targetkan Stunting Turun Jadi 14% pada 2024

Selasa, 06 Desember 2022 - 20:44 WIB
Forum Nasional Stunting 2022 dengan tema Bergerak Bersama Garda Terdepan dalam Pendampingan Keluarga untuk Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Selasa (6/12/2022). Foto/Istimewa
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai Koordinator Percepatan Penurunan Stunting pada Agustus 2021 silam.

Menindaklanjuti Perpres tersebut, BKKBN telah mengeluarkan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) sebagai acuan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting bagi Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lainnya. Kerangka yang digunakan dalam RAN PASTI berfokus pada tiga pendekatan yaitu pendekatan intervensi gizi, pendekatan multisektor dan multipihak, serta pendekatan berbasis keluarga berisiko stunting. Baca juga: Intervensi Remaja Menuju 'Zero New Stunting'



Sebagai media refleksi implementasi RAN PASTI dalam periode satu tahun terakhir, BKKBN bekerja sama dengan Tanoto Foundation kembali mengadakan Forum Nasional Stunting 2022 dengan tema “Bergerak Bersama Garda Terdepan dalam Pendampingan Keluarga untuk Percepatan Penurunan Stunting” di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Forum ini juga sebagai sarana menyebarluaskan praktik baik berbagai elemen pentahelix, memahami tantangan yang dihadapi oleh para petugas lapangan, dan mengidentifikasi dukungan yang dapat diberikan bagi percepatan penurunan stunting di tahun-tahun mendatang.

Pada kesempatan ini, Wapres KH Ma'ruf Amin hadir memberikan arahan terkait program percepatan penurunan stunting. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo turut hadir sebagai pembicara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa dari total penduduk Indonesia berjumlah 273,8 juta jiwa (2021), terdapat sekitar 21,8 juta anak berusia di bawah lima tahun (balita). Anak-anak ini merupakan generasi kunci yang diharapkan menjadi sumber daya manusia unggul dan berkualitas untuk melanjutkan pembangunan pada saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan di tahun 2045.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!