Peran Perempuan dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:48 WIB
Selain itu, dalam rangka mengoptimalisasi peran wanita sebagai roda penggerak UMKM, diperlukan komunitas yang mendukung para pelaku UMKM ini. Misalnya, dengan menciptakan Inkubator Bisnis bagi para pelaku UMKM.
Konseptriple helix modeldapat diadaptasi untuk meningkatkan literasi keuangan bagi wanita di UMKM.Triple helix modelterdiri dari peran pemerintah, universitas, dan industri.
Universitas sebagai representasi lembaga pendidikan dapat menyusun kurikulum praktikal yang dapat diterapkan oleh UMKM, misalnya cara penyusunan laporan keuangan, memperhitungkan hasil investasi berdasarkan suku bunga, dan pengaruh inflasi terhadap keberlanjutan bisnis.
OJK sebagai lembaga pemerintah yang independen dapat menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam mendukung pelaksanaan edukasi. Misalnya, dengan memfasilitasi pelaksanaan edukasi keuangan hingga ke seluruh pelosok negeri. OJK juga dapat menciptakan inkubator bisnis yang melibatkan seluruh UMKM di daerah. Kemudian, bagi industri dapat memberikancoachingbagi anggota dari inkubator bisnis untuk mengembangkan bisnisnya.
Di sisi lain, bagi industri yang berminat dapat pula menginventasikan dananya untuk pengembangan bisnis UMKM yang merupakan anggota inkubator bisnis UMKM. Sebagai bentukgive-backUMKM, para pelaku UMKM dapat turut mengedukasi karyawan dan masyarakat di sekitarnya untuk meningkatkan literasi keuangan. Sehingga, UMKM dengan literasi keuangan yang tinggi dapat menjadi perpanjangan tangan OJK, Universitas, dan Industri untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.
Wanita, dengan banyak peran dimiliki, dimulai dari organisasi terkecil di masyarakat yaitu di keluarga sebagai Ibu hingga perannya yang lebih berdampak di masyarakat sebagaiwomanpreneurdapat turut berkontribusi dalam peningkatan literasi keuangan.
Kontribusi wanita ini perlu dioptimalisasi dengan berbagai hal yang perlu didukung oleh OJK sebagai garda terdepan literasi keuangan Indonesia, universitas sebagai tonggak pendidikan Indonesia, dan industri sebagai penggerak perekonomian Indonesia.
Dengan kerja sama dan integrasi berbagai pihak ini, diharapkan agar indeks literasi keuangan Indonesia dapat meningkat signifikan dan dapat mengejar ketertinggalan wanita dari laki-laki dalam konteks literasi keuangan.
Konseptriple helix modeldapat diadaptasi untuk meningkatkan literasi keuangan bagi wanita di UMKM.Triple helix modelterdiri dari peran pemerintah, universitas, dan industri.
Universitas sebagai representasi lembaga pendidikan dapat menyusun kurikulum praktikal yang dapat diterapkan oleh UMKM, misalnya cara penyusunan laporan keuangan, memperhitungkan hasil investasi berdasarkan suku bunga, dan pengaruh inflasi terhadap keberlanjutan bisnis.
OJK sebagai lembaga pemerintah yang independen dapat menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam mendukung pelaksanaan edukasi. Misalnya, dengan memfasilitasi pelaksanaan edukasi keuangan hingga ke seluruh pelosok negeri. OJK juga dapat menciptakan inkubator bisnis yang melibatkan seluruh UMKM di daerah. Kemudian, bagi industri dapat memberikancoachingbagi anggota dari inkubator bisnis untuk mengembangkan bisnisnya.
Di sisi lain, bagi industri yang berminat dapat pula menginventasikan dananya untuk pengembangan bisnis UMKM yang merupakan anggota inkubator bisnis UMKM. Sebagai bentukgive-backUMKM, para pelaku UMKM dapat turut mengedukasi karyawan dan masyarakat di sekitarnya untuk meningkatkan literasi keuangan. Sehingga, UMKM dengan literasi keuangan yang tinggi dapat menjadi perpanjangan tangan OJK, Universitas, dan Industri untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.
Wanita, dengan banyak peran dimiliki, dimulai dari organisasi terkecil di masyarakat yaitu di keluarga sebagai Ibu hingga perannya yang lebih berdampak di masyarakat sebagaiwomanpreneurdapat turut berkontribusi dalam peningkatan literasi keuangan.
Kontribusi wanita ini perlu dioptimalisasi dengan berbagai hal yang perlu didukung oleh OJK sebagai garda terdepan literasi keuangan Indonesia, universitas sebagai tonggak pendidikan Indonesia, dan industri sebagai penggerak perekonomian Indonesia.
Dengan kerja sama dan integrasi berbagai pihak ini, diharapkan agar indeks literasi keuangan Indonesia dapat meningkat signifikan dan dapat mengejar ketertinggalan wanita dari laki-laki dalam konteks literasi keuangan.
(ynt)
Lihat Juga :