Rumah Adat di Indonesia Tahan Gempa, Nomor 1 Rumah Kaki Seribu dari Papua Barat

Sabtu, 26 November 2022 - 10:41 WIB
Rumah adat ini berasal dari Aceh dengan berbentuk panggung dan berbahan dasar kayu. Dalam pembangunan Rumoh Aceh, digunakan bahan material dari alam tropis Aceh. Rumoh Aceh beratapkan rumbia dan terbuat dari kayu pilihan yang bisa bertahan ratusan tahun. Selain itu, bangunan adat ini memiliki bangunan konstruksi yang elastis karena antara tiang dan rantai diikat dengan pasak tanpa paku, serta membentuk rigid (kotak tiga dimensional yang utuh). Dengan konstruksinya yang elastis dan saling mengunci tersebut, membuat bangunan ini kokoh dan tahan terhadap getaran dan goyangan.

5. Rumah Tua Bali Utara



Rumah adat yang satu ini tahan gempa karena konstruksi rumahnya menggunakan kayu dengan adanya sambungan yang fleksibel bergerak saat gempa. Konstruksi saka atau tiang dan lambang serta sineb sebagai balok pada bangunan, memiliki fungsi melindungi penghuninya dari reruntuhan bangunan akibat gempa. Struktur rumahnya pun berada di atas tanah sehingga ketika gempa, rumah hanya bergeser saja. Sementara itu, apabila runtuh biasanya hanya dialami di daerah tembok saja. Baca juga: Ceramah Gus Baha tentang Gempa Bumi Bukanlah Azab

6. Oma Sebua



Oma Sebua merupakan rumah adat Nias yang cukup populer akan keindahan bangunannya. Bangunan rumah adat ini dibangun di atas tiang-tiang kayu nibung yang tinggi besar dan beralaskan rumbia. Tiang-tiang itu tidak tertanam ke tanah dan antarsambungan tidak memakai paku, melainkan pasak. Hal inilah yang membuat rumah adat tersebut tahan terhadap guncangan gempa bumi. Selain itu, bangunan ini diperkokoh dengan penataletakan tiang yang disusun dengan arah tak beraturan. Ada yang ke atas, samping, dan bawah.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!