Teknologi 5G untuk Kehidupan Lebih Baik

Sabtu, 12 November 2022 - 07:45 WIB
Masih menurut laporan tersebut, Indonesia menarik 25% dari total nilai pendanaan swasta di kawasan ASEAN dan dalam jangka panjang tetap menarik bagi investor bersama dengan Vietnam dan Filipina. Akan tetapi, mengingat adanya hambatan ekonomi di lingkup global, nilai transaksi pada Semester 1/2022 turun USD2 miliar secarayear on yearakibat adanya kekhawatiran terkait profitabilitas dan valuasi.

Laporan Temasek dkk juga menyebutkan layanan keuangan digital terutama yang berfokus pada pembayaranbusiness to business(B2B) dan layanan pinjaman telah menggantikan sektore-commercesebagai sektor investasi teratas dengan nilai USD1,5 miliar pada Semester 1/2022.

Di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia, lebih dari 80% Pemodal Ventura (VC) ingin lebih berfokus pada sektor-sektor baru seperti teknologi kesehatan (health tech), SaaS, dan Web 3.0, sementara sektor teknologi pendidikan (ed tech) mengalami penurunan pascapandemi seiring dibukanya kembali sekolah-sekolah.

Secara keseluruhan, nilai ekonomi digital di Indonesia pada tahun ini diperkirakan menyentuh angka USD77 miliar, naik 22% dibandingkan 2021 yang sebesar USD63 miliar. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat dan pada 2025 diproyeksikan mencapai USD130 miliar.

Kembali ke perkembangan teknologi 5G, fenomena tersebut seharusnya bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berbasis digital. Hanya, masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya.

Tantangan yang dimaksud adalah soal pemerataan infrastruktur digital di Tanah Air. Kita sering kali mengalami kurangnya infrastruktur begitu terasa ketika berada di daerah, jaringan telepon selulernya timbul tenggelam karena sinyalnya yang buruk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!