Indonesia Ajak Seluruh Negara Perkuat Aksi Pengendalian Perubahan Iklim
Senin, 07 November 2022 - 00:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, Indonesia telah menyampaikan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) ke Sekretariat UNFCCC sebagai bukti peningkatan komitmen Indonesia yang lebih kuat dalam upaya pengendalian perubahan iklim.
Berdasarkan dokumen tersebut, Indonesia meningkatkan target pengurangan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 dari 29% menjadi 31,89% dengan upaya sendiri atau dari 41% menjadi 43,20% dengan dukungan Internasional.
Indonesia menjadi salah satu dari 38 negara yang sudah menyampaikan Enhanced NDC dari sekitar 190-an Negara dalam konvensi UNFCCC. Peningkatan ambisi mitigasi, adaptasi, perubahan iklim dan sarana implementasinya sesungguhnya merupakan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan COP26 tahun lalu.
“Kami mengajak semua negara untuk bekerja sama untuk menyelamatkan bumi,” seru Menteri Siti.
Dokumen Enhanced NDC selaras dengan dokumen Long Term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTSLCCR) 2050 dengan visi mencapai net zero emisi GRK pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU) akan menjadi penyokong utama pencapaian target pengurangan emisi Indonesia. “Setelah dilakukan analisis mendalam, kami yakin bahwa sektor kehutanan bisa mencapai net sink pada tahun 2030,” katanya.
Berdasarkan dokumen tersebut, Indonesia meningkatkan target pengurangan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 dari 29% menjadi 31,89% dengan upaya sendiri atau dari 41% menjadi 43,20% dengan dukungan Internasional.
Indonesia menjadi salah satu dari 38 negara yang sudah menyampaikan Enhanced NDC dari sekitar 190-an Negara dalam konvensi UNFCCC. Peningkatan ambisi mitigasi, adaptasi, perubahan iklim dan sarana implementasinya sesungguhnya merupakan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan COP26 tahun lalu.
“Kami mengajak semua negara untuk bekerja sama untuk menyelamatkan bumi,” seru Menteri Siti.
Dokumen Enhanced NDC selaras dengan dokumen Long Term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTSLCCR) 2050 dengan visi mencapai net zero emisi GRK pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU) akan menjadi penyokong utama pencapaian target pengurangan emisi Indonesia. “Setelah dilakukan analisis mendalam, kami yakin bahwa sektor kehutanan bisa mencapai net sink pada tahun 2030,” katanya.
Lihat Juga :