Viral Bagan dan Video Menyerang Pejabat dan Institusi Pori, Lemkapi: Opini Menyesatkan
Minggu, 06 November 2022 - 11:59 WIB
Tak jelas mana video yang benar atas dua pengakuan berbeda tersebut. "Kalau saya tidak mau, saya akan dibawa ke Mabes Polri," lanjut Ismail Bolong mengklarifikasi ucapannya.
Ismail juga bingung kenapa video yang diambil anggota Biro Paminal Mabes Polri 10 bulan lalu itu viral saat ini. Sebelum video ini, sebelumnya ada bermunculan beberapa bagan Konsorsium 303 dan laporan pemerasan terhadap korban penipuan jam mewah yang menyebutkan sejumlah nama jenderal Polri dan pejabat Bareskrim Polri. Termasuk nama Dirpidum Polri yang kini jadi Kapolda Kalsel irjen Pol Andi Rian.
Tujuan bagan dan video ini, menurut Edi Hasibuan, merupakan upaya untuk menyerang pejabat dan intitusi Polri. Karena itu, anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini merasa prihatin terus bermunculannya bagan dan video yang menyesatkan tersebut.
"Kita minta Kapolri menyelidiki darimana sumber informasi yang menyesatkan dan membuat bingung masyarakat ini. Kita juga minta semua pihak hentikan saling serang opini yang menyesatkan tentang Polri. Sebaran opini ini bisa mempengaruhi persepsi publik terhadap kinerjs Polri," ujar Edi, dalam keterangannya, Minggu (6/11/2022).
Edi mengatakan tak perlu lagi ada perang opini yang menambah beban Kapolri. "Kapolri kita lihat terus kerja keras meningkatkan kepercayaan terhadap Polri," tandasnya.
Edi menilai kemunculan bagan dan video akhir-akhir ini sudah pasti menurunkan citra, harkat dan martabat pejabat serta institusi Polri. Menurut doktor ilmu hukum ini, walaupun itu hanya pengakuan belaka, tapi dampaknya bisa memengaruhi persepsi masyarakat terhadap Polri.
Ismail juga bingung kenapa video yang diambil anggota Biro Paminal Mabes Polri 10 bulan lalu itu viral saat ini. Sebelum video ini, sebelumnya ada bermunculan beberapa bagan Konsorsium 303 dan laporan pemerasan terhadap korban penipuan jam mewah yang menyebutkan sejumlah nama jenderal Polri dan pejabat Bareskrim Polri. Termasuk nama Dirpidum Polri yang kini jadi Kapolda Kalsel irjen Pol Andi Rian.
Tujuan bagan dan video ini, menurut Edi Hasibuan, merupakan upaya untuk menyerang pejabat dan intitusi Polri. Karena itu, anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini merasa prihatin terus bermunculannya bagan dan video yang menyesatkan tersebut.
"Kita minta Kapolri menyelidiki darimana sumber informasi yang menyesatkan dan membuat bingung masyarakat ini. Kita juga minta semua pihak hentikan saling serang opini yang menyesatkan tentang Polri. Sebaran opini ini bisa mempengaruhi persepsi publik terhadap kinerjs Polri," ujar Edi, dalam keterangannya, Minggu (6/11/2022).
Edi mengatakan tak perlu lagi ada perang opini yang menambah beban Kapolri. "Kapolri kita lihat terus kerja keras meningkatkan kepercayaan terhadap Polri," tandasnya.
Edi menilai kemunculan bagan dan video akhir-akhir ini sudah pasti menurunkan citra, harkat dan martabat pejabat serta institusi Polri. Menurut doktor ilmu hukum ini, walaupun itu hanya pengakuan belaka, tapi dampaknya bisa memengaruhi persepsi masyarakat terhadap Polri.
Lihat Juga :